Ngruki Meminta Diskusi Dubes Suriah, Mesir dan Amerika di UMS Dibatalkan

Gerbang-UMS
Universitas Muhamadiyah Surakarta rencananya menjadi tempat gelaran diskusi kontroversial yang mengundang kedubes AS, Suriah dan Mesir.

Solo (An-najah.net)- Isu akan terselenggaranya acara diskusi Politik Timur Tengah yang melibatkan dubes Amerika, Suriah dan Mesir di UMS begitu deras mengalir di Solo. Jose Rijal, relawan Mer-C juga didapuk sebagai pembicara. Dalam SMS yang beredar disebutkan, bahwa Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, asuhan Ust. Abu Bakar Ba’asyir terlibat dalam acara diskusi ini.

Ketika dikonfirmasi mengenai keterlibatan Pondok al-Mukmin dalam acara ini, Ust. Wahyuddin sebagai direktur pondok menyatakan bahwa isu keterlibatan pondoknya itu tidak benar. “Pondok kami tidak terlibat dalam acara itu. Hanya saja kami diundang sebagai peserta secara lisan. Belum tertulis,” jelas beliau via telepon ke An-Najah.net, Selasa, (20/8).

“Bahkan saya sempat meminta acara ini untuk tidak diadakan.” Jelas beliau lebih lanjut. Permintaan pembatalan ini disampaikan oleh beliau kepada rektor UMS Prof. DR. Bambang Setiaji saat menghadiri jamuan Ust. Mudzakkir, pengasuh pondok al-Islam Gumuk, Solo.

Pada acara jamuan tersebut, Ustadz Mudzakkir dan Prof. Bambang, menegaskan kemauannya untuk tetap melaksanakan acara tersebut, walau sudah ditentang oleh elemen-elemen umat Islam Solo. “Ustadz Mudzakkir menjelaskan acara ini ilmiyah dan agar memberi keseimbangan informasi.” Tambah Ust. Wahyuddin.

Sebagaimana diberitkan Islampot.com disebutkan Ust. DR. Mu’inidillah sebagai tokoh MUI Solo sekaligus ketua Dewan Syariah Kota Solo dan elemen-elemen umat Islam se-Solo raya menolak acara ini. Pasalnya, acara ini menyakiti hati umat Islam. Suriah, Mesir dan Amerika, hari ini diyakini sebagai biang pembunuhan umat Islam di Suriah, Mesir, dan beberapa negara Timur Tengah. Ini diantara alasan elemen-elemen umat Islam menolak acara tersebut, sebagaimana disampaikah oleh Yusuf, koordinator SIMPUL Kemanusiaan Solo.* (Akrom/an-najah)