Disiplin Karakter Pembawa Sukses

Disiplin Karekter Pembawa Sukses
Disiplin Karekter Pembawa Sukses

An-Najah.net – Disiplin merupakan sikap mental yang taat dan patuh terhadap aturan-aturan yang telah ‎disepakati. Kehidupan yang ada ini terjadi karena adanya kedisiplinan. Tanpa disiplin maka ‎kehidupan pun akan kacau balau tidak teratur. ‎

Alam semesta ini menjadi harmonis karena adanya kedisiplinan antara satu dengan yang ‎lainnya. Bumi, Matahari, dan Bulan mengitari pada garis edarnya dengan kecepatan ‎masing-masing tanpa ada yang saling mendahului. Benda-benda langit ini berputar tanpa ‎mengurangi atau menambah satu detik pun dari ketentuan-Nya. ‎

Mendidik Dengan Disiplin

Islam sebagai ajaran yang sempurna untuk mengatur kehidupan, sangat menekankan ‎pentingnya disiplin. Perintah shalat dilaksanakan berdasarkan waktu tertentu yang telah ‎ditetapkan. Shalat Subuh dilakukan dimulai terbitnya fajar sampai terbitnya Matahari. ‎Shalat Dhuhur tidak bisa dilakukan ketika belum masuk waktunya. ‎

Coba kita perhatikan arahan Nabi Muhammad Saw dalam membimbing anak untuk ‎membiasakan diri melaksanakan ibadah shalat. Lihatlah bagaimana orang tua harus ‎bersabar dalam membiasakan anak shalat. Pengulangan perintah harus terus diulang-‎ulang.

Baca juga: Madrasah Anak Dalam Keluarga

Perintah shalat dimulai pada usia tujuh tahun. Orang tua dilarang melakukan pemukulan ‎terhadap anak sampai usia sepuluh tahun. Berarti, orang tua harus terus menerus ‎memerintahkan anak untuk melakukan shalat sebanyak 365 x 5 x 3 = 5.475 kali. ‎

Begitu pula puasa Ramadhan semakin memperjelas bahwa ajaran Islam menghendaki ‎pemeluknya untuk memiliki disiplin yang kuat. Disiplin untuk menahan diri untuk tidak ‎makan dan minum mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Selain itu, harus ‎pula menjaga lisan, pandangan, dan berbagai perbuatan yang tidak baik. ‎

Disiplin Dunia Maupun Akhirat

Mendidik anak identik dengan mendidik karakter disiplin. Dengan modal karakter disiplin ‎yang kuat diharapkan anak hidup dengan keteraturan. Anak akan mengikuti pola dan ‎sistem hidup yang telah ditetapkan baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial. ‎

Disiplin dalam urusan dunia maupun dalam urusan akhirat. Apa jadinya jika anak tidak ‎memiliki karakter disiplin. Ia akan menjadi orang yang hidupnya tidak mau terikat dengan ‎peraturan. Orang yang melakukan segala sesuatu dengan sekehendak hatinya tanpa ‎kendali. Akhirnya ia akan menjadi pengacau yang selalu membuat ulah dan membuat orang ‎lain merasa terganggu dengan kehadirannya. ‎

Sebagai orang tua pasti ingin anaknya menurut dan disiplin. Disiplin berarti anak memiliki ‎tanggung jawab dengan apa yang dilakukannya dan mampu mengikuti apa yang kita ‎arahkan dengan baik.

Baca juga: Generasi Rabbani, Kebutuhan Ummat Zaman Now

Tetapi mengajarkan disiplin pada anak bukan yang hal mudah. Mengajarkan disiplin ‎sebenarnya merupakan proses pendidikan yang panjang dan tidak sekali jadi. Perlu ‎kesungguhan dalam berupaya dari orang tua yang mengajarkan disiplin. ‎

Pada kenyataannya, ada juga sebagian orang tua yang tidak berusaha mendisiplinkan anak. ‎Alasannya karena ingin menghindari konflik dengan anak. Atau karena mereka tidak ingin ‎sang anak marah terhadap mereka. Mungkin juga tidak mau mencurahkan waktu dan ‎tenaga untuk tugas mendisiplinkan anak. ‎

Disiplin bukanlah tentang menciptakan konflik dengan anak, apalagi memukul anak dengan ‎kemarahan, tetapi tentang menunjukkan padanya bagaimana mengontrol perilaku sendiri. ‎

Disiplin bukan tentang bagaimana caranya menghukum anak karena melakukan kesalahan, ‎tetapi tentang peraturan yang jelas dan konsekuensi dari pelanggaran aturan sehingga ia ‎belajar bagaimana mendisiplinkan diri. ‎

Semoga Allah Ta’ala memberi kemudahan kepada kita dalam mendidik anak keturunan kita sehingga memiliki karakter kedisiplinan dalam segala urusan baik duniawi maupun ukrawi, amin. Wallahu Ta’ala ‘Alam

Sumber            : Majalah An-Najah, edisi 152, hal 40

Penulis             : Abu Mazaya

Editor               : Ibnu Alatas