Doa Perlindungan dari Fitnah Akhir Zaman

The End Is Near
The End Is Near
The End Is Near
The End Is Near

An-Najah.net – Dalam setiap shalat, Rasulullah SAW mengajarkan kita sebuah do’a yang disunnahkan untuk diucapkan sesaat sebelum salam.

Walau membaca do’a ini hukumnya sunnah, tetapi do’a ini sangat urgen. Maka tidak selayaknya seorang muslim mengabaikan do’a ini.

Begitulah salaf sholeh memberikan uswah kepada generasinya, dan muslimin yang datang sesudah mereka.

Begitu urgennya do’a ini, sampai-sampai Imam Ahmad menyuruh putranya mengulang shalat jika tidak membacanya saat shalat.

Do’a yang diajarkan tersebut adalah;

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ»

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” (HR. Bukhari-Muslim).

Do’a ini memiliki makna yang sangat mendalam. Di antaranya;

Pertama: Lewat do’a ini, Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa fitnah itu pasti ada. Ia merupakan takdir yang telah Allah tetapkan bagi setiap anak Adam. Tidak ada yang bisa mengelak.

Kedua: Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa fitnah ini merupakan badai yang sangat dahsyat, akan menimpa setiap orang, dan menggoncang keimanan mereka. Inilah kenapa Rasulullah SAW menyunnahkan setiap muslim membacanya.

Agar umat Islam memperhatikan serius permasalahan fitnah akhir zaman, para ulama hadits membuat bab khusus dalam kitab-kitab hadits. Misalnya Imam Bukhari membuat bab dalam kitab shahihnya. Diberi judul, ‘kitabul fitan’. Imam Ibnu Katsir, membuat buku khusus terkait ftnah akhir zaman, yaitu ‘Kitab al-Malahim wal Fitan,”.

Masih banyak lagi bentuk perhatian yang sangat dari ulama salaf terhadap fitnah ini. Misalnya, mereka sering menjadikan tema fitnah, sebagai bahan diskusi, perbincangan dan kajian mereka.

Pernah suatu waktu, para sahabat berdiskusi serius tentang dajjal. Hingga suasana menjadi sangat tegang.
Bahkan, sayyidina Umar RA, semasa beliau RA menjadi khilafah membentuk majelis syuro.

Majelis ini tidak sekedar mendiskusikan permasalahan umat saat itu. Namun, juga wahana saling menasehati, dan membicarakan fitnah akhir zaman.

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 124 Rubrik Tema Utama

Penulis : Akram Syahid

Editor : Helmi Alfian