Doa Senjata Ampuh Pejuang

Tangan Berdoa

An-Najah.net –

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

“(ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: ”Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut.” (QS. Al Anfal: 9).

Kemenangan seorang pejuang tidak terletak pada kekuatan fisik saja. Banyaknya pasukan, perbekalan yang lengkap, personil yang terlatih tidak menjamin kemenangan.

Inti kemenangan yang paling penting adalah kedekatan pejuang kepada Allah ta’ala. Ini terwujud dengan intensitas doa yang dilantunkan kepada Allah. Menengadahnya tangan dengan penuh kerendahan dan ketundukan serta memohon kemenangan dan kehancuran bagi musuh.

Para nabi alaihimus salaam juga tidak pernah lepas dari doa. Nabi Nuh berdoa untuk kehancuran kaumnya yang ingkar. Nabi Luth, Ibrahim, Musa dan masih banyak lagi.

Bahkan Allah ta’ala telah menjelaskan secara khusus rahasia kemenangan pasukan Thalut ketika melawan pasukan Jalut karena kuatnya doa mereka. Padahal jumlah dan kekuatan pasukan Thalut tidak ada apaapanya dibanding pasukan Jalut.

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Yaa Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah dan tolonglah kami terhada kafir.” (QS. Al-Baqarah: 250).

Kemudian Allah ta’ala memenangkan Jalut dan tentaranya. “Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut.” (QS. AI-Baqarah: 251)

Tafsir

Imam Muslim meriwayatkan kisah Umar bin Khattab yang menuturkan kejadian Perang Badar. Ketika itu, Nabi SAW memandang pasukannya yang berjumlah hanya tiga ratus orang lebih.

Kemudian Nabi SAW mengalihkan pandangan ke arah pasukan musyrik.]umlah mereka ternyata seribu orang lebih. Nabi yang saat itu memakai kain selendang dan kain sarung lalu menghadap ke arah kiblat untuk berdoa:

“Ya Allah, penuhilah untukku apa yang Kau janjikan kepadaku. Ya Allah, berikan apa yang telah Kau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau biarkan pasukan islam ini binasa. tidak ada lagi yang menyembah-Mu di muka bumi ini.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Rasulullah SAW terus memohon pertolongan kepada Allah dan berdoa hingga kain selendang jatuh dari pundaknya. Abu Bakar datang mendekat lalu memungut kain itu dan dlsandangkan kembali ke pundak beliau. Abu Bakar yang berdiri di belakang Nabi SAW berkata;

“Wahai Nabi Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, karena sesungguhnya Dia pasti akan menunaikan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu.”

Setelah itu Allah menurunkan firmanNya yang artinya: (ingatlah) ketika kalian memohon pertolongan kepada Tuhan kalian, lalu diperkenankan-Nya bagi kalian, ”Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala ban tuan kepada kalian dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS. Al-Anfal: 9).

Setelah itu pertempuran meletus antara kedua pasukan. Dalam perang ini, Allah mengalahkan pasukan kaum musyrik. [Tafsir lbnu katsir].

Allah ta’ala berfirman:

بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

Dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut. (QS. Al-Anfal: 9).

Para ulama berbeda pendapat dalam mengartikan firman Allah tersebut. Namun, pendapat yang terkenal ialah pendapat Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa, Allah memberikan bantuan kepada Nabi-Nya dan kaum mukmin dengan seribu malaikat.

Malaikat Jibril turun bersama lima ratus malaikat di sebelah Nabi SAW dan Malaikat Mikail turun bersama lima ratus malaikat lainnya di sisi yang lain.

imam Abu Ja’far bin Jarir dan imam Muslim telah meriwayatkan melalui hadis lkrimah bin Ammar, dari Abu Zamil Sammak bin Walid Al-Hanafi. dari ibnu Abbas, dari Umar, hadis yang telah disebutkan di atas.

Kemudian Abu Zamil mengatakan, lbnu Abbas telah menceritakan kepadaku bahwa ketika seorang lelaki dari pasukan kaum muslim sedang bertempur sengit melawan salah seorang pasukan kaum musyrik yang ada di hadapannya, tiba tiba ia mendengar suara pukulan cambuk di atas kepalanya dan suara penunggang kuda seraya berkata, “Majulah, Harzum!”

Tiba-tiba ia melihat tentara musyrik yang ia lawan terjungkal dan tewas seketika dalam keadaan terlentang. Kemudian ia mengamati korban yang ada di depannya.

Ternyata jenazah tentara musyrik itu hangus, di wajahnya terdapat luka seperti bekas pukulan cambuk.

Kejadian itu membuat seluruh pasukan kaum muslim bersemangat. Seorang lelaki dari kalangan Ansar datang kepada Rasulullah SAW menceritakan peristiwa tersebut.

Maka Rasulullah SAW bersabda, ”Engkau benar, itu adalah bantuan dari langit yang ketiga.” Pada hari itu telah terbunuh dari kalangan pasukan kaum musyrik sebanyak tujuh puluh orang, sedangkan tujuh puluh orang lainnya tertawan.

Yang menjadi pertanyaan kepada para aktifis perjuangan islam, seberapa intens doa yang telah dilantunkan? Seberapa sering tangannya diangkat menengadahkan ke langit memohon kemenangan bagi para pejuang? Seberapa serius ia meminta kememenangan untuk para pejuang islam dan kehancuran bagi musuh musuhnya?

Dukungan riil untuk perjuangan islam dibuktikan dengan berdoa agar Allah menurunkan pasukan-Nya dari para malaikat yang akan membabat habis musuh sebagaimana perang Badar.

Yang dengan doa itu juga tersebut ciutlah nyali orangorang kafir. Doa harus menyatu dalam diri para pejuang pejuang islam. Menjadi ruh yang akan menggerakkan jiwa dan raganya untuk dipersembahkan pada islam.

Semoga Allah melimpahkan kesabaran kepada para mujahidin di mana saja mereka berada, meneguhkan pendirian mereka, dan menghadiahkan kemenangan untuk mereka. Semoga kita dijadikan sebagai bagian dari mereka. Amin.

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 127 Rubrik Tafsir

Editor : Helmi Alfian