DSKS: Umat Islam Surakarta Bersinergi dalam Penerapan Syariat Islam

DSKS3Solo (an-najah) – Ratusan umat islam surakarta berkumpul di Masjid Mujahidin dalam rangka menghadiri peresmian Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS). Dewan syariah ini merupakan organisasi independen yang bersifat gerakan keilmuan, keagamaan, dan keumatan. Acara ini dilaksanakan di Masjid Mujahidin, Banyuanyar, Banjarsari, Komplek Gedung Syari’ah Surakarta hari Jum’at (8/3).

Dr. Aidul Fitri Ciada, SH, MH menjelaskan, penerapan syariat Islam itu adalah hak umat Islam. Bahkan syariat Islam itu sesuai dengan konstitusi yang berlaku di Indonesia. “Hal ini sebagaimana  Kepres No. 150 5 Juli 1959 yang berisikan pentingnya kembali ke UUD 1945 yang dijiwai oleh piagam Jakarta. Sampai sekarang Kepres ini tidak dicabut karena kalau dicabut   maka UUD 1945 tidak berlaku lagi,” tegasnya.

Menurut Aidul, penerapan syariat islam itu telah dilaksanakan jauh-jauh hari. “Kerajaan Islam terdahulu telah melaksanakan syariah misalnya kerajaan Demak, kerajaan Mataram Islam yang berpusat di Yogyakarta,” ujar dosen fakultas hukum UMS ini.

Anggota Dewan Khubara’ ini mengingatkan akan pentingnya sebuah sinergi seluruh elemen umat Islam Surakarta. “Para ulama dan para pakar keilmuan itu sebagai ideologinya, para pengurus sebagai organisatornya, dan umat-umat yang lainnya yang bergerak ke akar rumputnya tujuannya satu untuk penerapan syariat Islam,” ungkapnya.    

Dosen fakultas hukum ini menghimbau kepada kaum muslimin Surakarta untuk tidak takut lagi untuk menerapkan syariat Islam lagi karena penerapan syariat ini merupakan hak umat Islam dan tidak bertentangan dengan konstitusi.

Sementara itu, DR. Mu’inuddinillah mengingatkan kepada umat Islam akan pentingnya sebuah syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Tugas menegakkan syariat ini merupakan misi tugas nabi-nabi terdahulu sampai Nabi Muhammad dan termasuk umat Islam sekarang ini punya kewajiban untuk menegakkan syariat.

“Syariat itu bagaikan air dalam kehidupan kita ini, dengan air akan ada kehidupan. Dengan pelaksanaan syariat barakah Allah akan di turunkan dari langit dan bumi” tegasnya saat memberikan pernyataan sikap DSKS.

Dosen pasca sarjana UMS ini mengatakan kaum muslimin jika mau menerapkan syariat ini, maka akan terjadi persatuan dan kesatuan umat Islam terbentuk. Umat Islam akan mampu melawan segala macam bentuk penyimpangan secara makruf. “Dengan syariath kita akan bisa amar makruf dengan makruf, dengan syariat kita akan bisa melaksanakan nahi munkar dengan makruf pula,” ujarnya lantang.

Alumni Madinah ini mengungkapkan akan bahayanya jika umat Islam tidak mau melaksanakan syariah. Memang umat Islam bangsa Indonesia mayoritas tetapi realitasnya penduduknya muslimin masih sangat jauh dari identitas Islam. “Dengan mandulnya ajaran Islam di tengah masyarakat melahirkan berbagai kejahatan yang merusak identitas dan karakter bangsa Indonesia seperti korupsi, pembunuhan, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, perzinaan, prostitusi, dan perdagangan  manusia,” ungkapnya.

 Dalam acara ini juga di ikuti pernyataan sikap Laskar Islam Se-Solo Raya. Pernyataan sikap ini dilakukan oleh JAT, FPI, Hisbah, Al-Islah, Kokam, LUIS, Hisbullah dan laskar-laskar yang lain. Ust. Khoirul membacakan pernyataan sikap dan di ikuti oleh ketua laskar-laskar yang ada. Isi dari pernyataan sikap itu adalah :

  1. Mendukung sepenuhnya berdirinya Dewan Syari’ah Islam Surakarta sebagai lembaga rujukan syar’i yang kredibel.
  2. Mendukung dan mengawal semua kegiatan Dewan Syari’ah Kota Surakarta dalam menjalankan program kerjanya.
  3. Akan selalu bersilaturahmi dan berkonsultasi dalam kegiatan kelaskaran di kota Surakarta.

Acara peresmian DSKS ini diakhiri dengan doa yang dibacakan oleh Ust. Abdullah Manaf Amin.

Reporter: Anwar/Syaikhan
Editor: Agus