Dua Fenomena Langit Malam Ini Selain Gerhana Bulan

ilustrasi fenomena astronomi.
ilustrasi fenomena astronomi.

(An-najah.net) – Salah satu bukti kebesaran Allah SWT kembali dapat disaksikan manusia pada Rabu ini (08/10). Gerhana bulan total akan terlihat di sebagian besar wilayah Indonesia.

Selain Gerhana bulan total, ada dua fenomena bonus yang bakal bisa diamati malam ini, yaitu penampakan Uranus dan selenelion.

Uranus berpotensi diamati dengan mata telanjang di wilayah Indonesia timur dan tengah. Ada dua hal yang mendukung penampakan planet itu, yaitu jaraknya yang tengah dekat dengan Bumi karena oposisinya pada Rabu dini hari serta kondisi gerhana. seperti dikutip dari tribunews.

Astronom amatir Ma’rufin Sudibyo mengatakan, Uranus akan tampak sebagai sebuah titik kecil, menyerupai bintang. Cahayanya masih redup, bermagnitudo +5.

Dengan cahayanya yang redup, Uranus hanya berpotensi diamati dengan mata telanjang pada saat totalitas gerhana terjadi. Sebelum atau setelahnya, planet ketujuh dalam sistem Tata Surya itu bakal terlalu redup.

Taufik Hidayat, dosen sub-keahlian Tata Surya Jurusan Astronomi, Institut Teknologi Bandung mengingatkan, dengan cahaya redup itu, Uranus mungkin bakal tak terlacak kebanyakan mata. Butuh mata yang terlatih untuk bisa melihatnya.

Sementara warga Indonesia timur dan tengah berpotensi untuk melihat Uranus, warga Indonesia barat tidak. Uranus baru saja terbit saat totalitas gerhana terjadi. Posisi planet itu masih sangat rendah di langit, sulit untuk diamati.

Meski demikian, jika ingin mengamati, warga Indonesia barat bisa menggunakan alat bantu. “Teleskop kecil atau binokuler saja sudah cukup,” kata Taufik.

Sementara kehilangan peluang menyaksikan Uranus dengan mata telanjang, warga Indonesia bagian barat berpeluang menyaksikan fenomena lain yang tak kalah menarik, yaitu selenelion.

Selenelion adalah fenomena di mana dua benda langit terpisah 180 derajat dari sudut pandang manusia di Bumi.

Untuk senja nanti, selenelion yang terjadi menyangkut Bulan dan Matahari. Di wilayah Jakarta, sementara Matahari bakal tenggelam di pada pukul 17.46 WIB, Bulan terbit pukul 17.43 WIB.

“Andai situasinya ideal, kita akan menyaksikan Matahari tepat di kaki langit barat Jakarta dan Bulan tepat di kaki langit timur Jakarta,” kata Ma’rufin.

Warga Jakarta dan Indoensia barat lainnya berpeluang menyaksikan selenelion dari wilayah tinggi. Untuk Jakarta, pengamatan bisa dilakukan di puncak gedung-gedung tinggi seperti di area Thamrin dan Sudirman.(Anwar/annajah)