Ramadhan, Madrasah Ilahi Sucikan Hati

Ramadhan Madrasah Ilahi sucikan hati. Bulan penuh berkah ni merupakan kesempatan berharga bagi seorang muslim untuk memperbaiki kualitas diri. Ia adalah madrasah ilahi untuk menempa iman, moral dan spiritual. Ia ibarat tangga yang digunakan untuk  menggapai puncak ketakwaan.

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ada nilai filosofis di balik ibadah puasa. Seluruh ibadah pada hakekatnya aktivitas hati (jiwa) bukan fisik. Adapun fisik hanya pelengkap dan sarana untuk tergapainya ibadah ini.

Betapa banyak orang yang memiliki fisik prima, badan full atletis, mampu lari marathon sekian jam, ia tidak mampu melangkahkan kakinya ke masjid yang hanya berjarak 100 meter dari rumah.

Salah satu tujuan ibadah shaum ialah membentuk muslim yang bertakwa. Shiyam membebaskan jiwa manusia dari kendali nafsu hewani yang selalu mengikat jiwa berputar antara urusan perut dan dorongan syahwat. Keduanya adalah tali kekang yang telah menjerumuskan manusia dalam lumpur kehinaan.

Shaum mengajari manusia untuk mengendalikan kedua godaan tersebut. Sebab shaum menghasilkan ketakwaan fisik dan ketakwaan hati. Ketakwaan hati akan diraih dengan menyelamatkan dan mensucikan hati dari berbagai noda dosa yang mensucikannya, serta menjadikan jiwa selalu tunduk pada aturan pemilik-Nya. Yaitu, Allah SWT.

 

Tafsir Apakah Para Dai Pembuat Kerusakan di Bumi?
Dirosatul Firoq Kebodohan Sumber Kesesatan
I’dadul Uddah Terjungkirnya Stigma
Telisik Berkaca pada Turkistan Timur
Aqidah Manusia Dalam dakwah Tauhid
Harokah Al-Mu’tamid bin Abbad
Jelajah Dakwah Sunan Gresik, Konsep Memenangkan Hati dan Pikiran Ummat
Khotbah Jumat Terlepasnya Ikatan Islam Seutas Demi Seutas
Resensi Kunci Memahami Hadits Nabi
Teropong Meniti Rekomendasi Rand Corporation
Sorotan Khusus Di Balik Jeruji Besi Penjara Israel
Oase Imani Agar Ramadhan Semakin Bermakna
Usrotuna Menanamkan Ruh Jihad pada Anak
Catatan Akhir Zaman 10 Karakter Pemimpin Zalim
Kolom Cacat Bawaan Peradaban Non-Wahyu
Konsultasi Islam Upah Kerja yang Didapat dengan Risywah
Khowatir Renungan Tentang Politik Islam
Sekitar Kita Gajah Baru Bangun Menerjang Tembok Cina
Renungan Cukuplah Pakem Itu

 

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.