Memurnikan Tauhid Memenangkan Islam

Kalimat Laa Ilaaha Illallah adalah kalimat yang ringan diucapkan, namun memiliki bobot yang sangat agung. Karena Kalimat tauhid ini merupakan pondasi agama Islam.

Kalimat tauhid bukan hanya slogan yang diucapkan dengan lisan. Namun kalimat ini melahirkan konsekuensi. Serta menuntut kesesuaian antara hati, lisan dan perbuatan.

Ketika kita ingin memurnikan tauhid, tentu harus mengetahui lawannya, yaitu syirik. Konsekuensi dari tauhid adalah meniadakan empat perkara al arbab, al alihah, al andad dan at thawaghit.

Pada edisi 155 kali ini An-Najah mengangkat tema “Memurnikan Tauhid, Memenangkan Islam”. Dengan membaca majalah ini pembaca akan mendapatkan hakekat al arbab, al alihah, al andad dan at thawaghit. Kemudian penjelasan setelah memahami itu semua apa yang harus kita lakukan. Ini merupakan kunci mendapatkan kemenangan Islam.

Dakwah tauhid bukanlah jalan yang mulus, akan tetapi halangan dan rintangan senantiasa menghadang. Dalam rubrik teropong kami mengangkat “Persekusi terhadap dakwah” ini merupakan bagian sunnatullah. Pada rubrik kolom pertama kami juga mengangkat “kekuatan logika dan Logika kekuatan”. Sudah menjadi tabi’at musuh-musuh Allah, ketika mereka secara logika kalah mereka biasanya menggunakan kekuatan.

Kami berharap semoga sajian edisi ini menambah wawasan kita dalam memurnikan tauhid. Pemahaman yang benar terhadap kalimat tauhid akan bisa melahirkan amalan yang bisa mendatangkan kemenangan Islam. Sehingga kita istiqamah dalam amal iqamatuddin ini. Amiin. Selamat membaca.