Elemen Islam Surakarta; Stop Genosida Muslim Rohingnya

Aksi Solidaritas Derita Muslim Rohingnya
Aksi Solidaritas Derita Muslim Rohingnya

Surakarta (An-najah.net) – Kejahatan terhadap kemanusian sedang terjadi di Myanmar. Pembantaian dan pengusiran terhadap muslim rohingnya itulah yang terjadi. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan muslim yang lainnya. Hal ini tampak pada benner “Stop Genosida Muslim Rohingnya”. Elemen islam Surakarta mendatangi Walubi agar berperan aktif menghentikan pembantaian muslim Rohingnya. Surakarta (22/5) seperti dalam Perss Release kepada annajah.
Sehubungan terjadinya Tragedi Kemanusiaan di Myanmar yang dilakukan oleh Rezim Militer Myanmar dan Ektrimis Budha berupa pembunuhan dan pembakaran Muslim secara massal, penganiayaan, pembakaran masjid dan rumah warga Muslim, diskriminasi kewarganegaraan, hingga pengusiran Muslim Rohingya yang telah berlangsung sejak tahun 2012 hingga sekarang, dengan ini kami dari perwakilan beberapa Elemen Muslim di Solo meminta:
1. Kepada Pengurus Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) dan Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif untuk menghentikan pembantaian Muslim di Myanmar dengan melakukan pendekatan keagamaan secara persuasif ataupun pendekatan diplomatik yang bermartabat baik ditingkat bilateral mapun regional ASEAN
2. Kepada Pemerintah RI agar memaksimalkan perannya di forum PBB mendesak lembaga internasional seperti UNCHR (Badan HAM Internasional), UNHCR (Badan untuk Pengungsi Intenasional), IOM (Badan Migrasi Internasional) agar berpartisipasi aktif dalam penyelesaian Diskriminasi Muslim Rohinhya
3. Kepada Pemerintah RI untuk meminta penjelasan kepada Duta Besar Myanmar di Indonesia terkait perilaku yang tidak manusiawi yang dilakukan pemerintah Myanmar dan Ekstrimis Budha terhadap minoritas Muslim di Myanmar.
4. Kepada pemerintah RI untuk memperlakukan pengungsi dari Muslim Rohingnya secara wajar, menusiawi bersama dengan LSM, PMI serta warga Aceh
5. Mendukung himbauan MUI Pusat pada tanggal 20 Mei 2015, agar pemerinta Myanmar dan Bangladesh agar segera mengadopsi prisip-prinsip kewarganegaraan yang tidak rasialis dan diskriminatif sehingga tidak terjadi eksodus berupa mengalirnya manusia perahu secara terus menerus yang bertentangan dengan rasa kemanusiaan. (ANwar/annajah)