Kultum : Fitnah Harta Dan Buah Sadaqah

Fitnah harta
Fitnah harta

An-Najah.net – Kebanyakan manusia mengira bahwa banyak harta berarti Allah telah memuliakannya, dan tidak memiliki harta berarti Allah telah menghinakannya. Seakan menjadi fitrah manusia bahwa mereka senang memiliki banyak harta. Padahal semua itu tidaklah benar, dan hal tersebut telah dibantah Allah dalam firmannya :

Artinya :  ‘Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka dia akan berkata: “Tuhanku Telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku. (Al-Fajr [89]: 15-16).

Yang jelas semuanya itu adalah ujian Allah kepada hamba-Nya, baik dia kaya atau miskin. Dan yang menjadi kemulian disisi Allah bukan kaya atau miskin akan tetapi yang paling mulia adalah orang yang paling bertakwa.

Ketahuilah bahwa harta adalah ujian terberat dari Allah pada hambanya. Dan harta merupakan titipan Allah kepada hambanya yang nanti suatu saat akan dimintai pertanggungjawabannya. Dan khusus masalah harta ini nanti akan ada dua pertanyaan yang akan langsung ditanyakan oleh Allah.

Sebagaiman sabda Nabi Muhammad Saw :

لاَتَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَسْأَلُ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيْمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ (رَوَاهُ التِّرْمِذِي)

Artinya : “Pada hari kiamat, kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser, sebelum ia ditanya : Tentang umurnya untuk apa dihabiskan?, Tentang ilmunya untuk apa ia gunakan?, Tentang hartanya darimana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, dan tentang badannya untuk apa ia gunakan?’  (HR. At-Tirmidzi)

 

Jama’ah Shalat Isya’ dan Tarawih Yang Kami Hormati

Pertanyaan yang akan ditanyakan adalah dari mana harta itu kamu peroleh dan kemana harta itu kamu gunakan? Apakah kamu memperolehnya melalui jalan yang batil/kezaliman seperti merampas, berkhianat atau mencuri. Atau kamu memperoleh melalui jalan yang diridhai Allah? Kemudian kamu gunakan dalam jalan Allah atau jalannya syetan yang menyuruhmu untuk bermaksiat kepadanya.

Bahkan rasulullah Saw mengingatkan kepada kita :

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثٌ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَالُهُ فَيَرْجِعُ اِثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ يَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَ يَبْقَى عَمَالُهُ

Artinya :Mayit akan diikuti tiga perkara, yaitu keluarganya, hartanya, amalnya. Yang dua akan kembali dan yang satu tetap bersamanya, keluarganya dan hartanya kembali, dan yang tertinggal adalah amalnya’. (HR Ibnu Majah).

Dan Allah telah memberikan ancaman kepada mereka yang tidak mau menggunakan hartanya dijalan Allah. Sebagaimana firmannya :

Artinya : “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.  Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, Lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (At-Taubah [9]: 34 -35)

Ibnu katsir menafsirkan Ayat ini : “Bahwa orang yang tidak mau menunaikan zakat dan menyimpan harta akan merasakan siksa dengan dibakar/disetrika wajahnya. Yang merupakan bentuk penghinaan Allah terhadap mereka.”

Imam Adz-Dzahabi dalam kitab Al-Kabair (Dosa-dosa besar) menjelaskan : Kenapa khusus dahi, lambung dan punggug yang akan disetrika?, maka beliau menjawab : karena meraka orang kaya yang kikir apabila melihat orang fakir musam mukanya dan ia melebarkan dahinya, lalu berpaling darinya dengan menarik lambungnya. Dan apabila orang fakir mendekatinya maka ia membelakanginya dengan menampakkan punggungnya.

 

Jama’ah Shalat Isya’ dan Tarawih Yang Kami Hormati

Oleh karena itu bagaimana cara dan metode agar kita selamat dari fitnah harta ini? Maka hendaklah kita menggunakan harta ini dalam jalan Allah, bukan jalan syetan dan hendaknya kita juga melaksanakan akan hak harta itu, baik yang wajib maupun yang sunah. Seperti zakat dan shadaqah. Karena kalau kita kaji buah yang akan kita peroleh dan kita dapat dari zakat dan sadaqah itu sangat banyak sekali diantaranya :

  1. Sadaqah ialah pembersih dan penyuci

Allah berfirman :

Artinya : ‘Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui’.( At-Taubah [9]: 103).

Para Ulama’ menafsirkan “Membersikan mereka” maksudnya : membersihkan dari dosa-dosa mereka dan dari kekikiran jiwa, sedangkan “Menyucikan mereka” maksudnya menunjukkan kepada suatu bentuk penghiasan diri dengan hal-hal mulia dan baik. Sebab sadaqah itu merupakan pembersih, penyuci, pelebur kesalahan, dan pengangkat derajat.

 

Jama’ah Shalat Isya’ dan Tarawih Yang Kami Hormati

  1. Sadaqah menghindarkan musibah

Sadaqah memiliki dampak baik terhadap pelakunya serta menjaga dirinya dari berbagai musibah dan bencana. Sahabat Umamah ra meriwayatkan Rasulullah saw bersabda :

صَنَائِعُ الْمَعْرُوْفِ تَقِي مَصَارِعَ السُوْءِ, وَصَدَقَةُ السَّرِّتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ, وَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ تَزِيْدُ فِي الْعُمْرِ

Artinya : “Perbuatan-perbuatan baik akan menghindarkan diri dari pintu-pintu keburukan, sadaqah yang tersembunyi akan memadamkan amarah Allah dan menyambung tali silaturahmi akan menambah usia. (HR Ath-Thabrani, sanadnya hasan dalam Shahih Al-Jami’).

  1. Sadaqah merupakan tanda dan bukti keimanan yang benar

Rasulullah Saw bersabda :

اَلصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ

Artinya : Sadaqah adalah bukti nyata (HR. Muslim)

An-Nawawi menjelaskan makna hadits di atas bahwa sadaqah adalah bukti keimanan pelakunya karena orang munafik tidak akan melakukannya dan tidak menyakininya, sebab itu, yang bersadaqah berarti telah membuktikan kejujurannya dan kebenaran imannya.

  1. Sadaqah akan mendapatkan pahala yang tak putus meskipun orang sadaqah telah meninggal

Diantara amal-amal shaleh yang tidak terputus pahalanya dari seseorang setelah meninggal adalah sadaqah. Hal itu sebagai bukti kebenaran sabda Rasulullah :

إِذَا مَاتَ اِبْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Artinya : ‘Apabila seorang manusia meniggal dunia, terputuslah segala amal perbuatanya kecuali tiga hal, sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak saleh untuknya’. (HR. Muslim).

 

Jama’ah Shalat Isya’ dan Tarawih Yang Kami Hormati

  1. Sadaqah menghapus kesalahan

Mu’adz bin Jabal ra meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda :

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ (رَوَاهُ التِّرْمِذِي)

Artinya :Sadaqah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api’. (HR. At-Tirmidzi).

Demikian pembahasan fitnah harta dan buah sadaqah harapanya setelah kita memahami ini semua kita betul-betul dapat menjauhi bahayanya dan mencari buahnya. Yang nantinya akan kita petik besok di akhirat.

Penulis : Abu Mazaya

Editor : Anwar