FSA Bangun Penjara Syariah Bagi Para Kriminal dan Tentara Rezim yang Tertangkap di Suriah

FSA ajarkan Al-Quran kepada para tawanan di penjaranya agar mereka bertobat (ilustrasi)
FSA ajarkan Al-Quran kepada para tawanan di penjaranya agar mereka bertobat (ilustrasi)

DAMASKUS (an-najah) – Kekacauan dan kehancuran terjadi di beberapa kota di Suriah akibat konflik yang telah berjalan selama dua tahun. Di kota-kota yang sudah jatuh ke tangan mujahidin, situasi terkadang tidak terkendali, tanpa adanya hukum dan petugas keamanan yang bertugas.

Inilah yang kemudian membuat tingkat kriminalitas meningkat di beberapa kota, seperti Aleppo dan Idlib. Dalam situasi kacau itu siapa saja bisa seenaknya melakukan tindakan kejahatan tanpa perlu takut diberangus.

Keadaan inilah yang akhirnya memaksa Tentara Pembebasan Suriah (FSA) membentuk sistem hukum mereka sendiri. Di dua kota ini, mujahidin dan kelompok pejuang secara mandiri membentuk sistem pengadilan, satuan polisi dan penjara berdasarkan hukum syariah bagi para pelanggar hukum di wilayah yang mereka kuasai.

Kantor berita Al-Arabiya yang mengunjungi penjara bentukan para pejuang di dua kota ini pekan lalu mengatakan bahwa kondisinya memang tidak memenuhi standar internasional. Namun, penjara ini dikatakan sebagai salah satu pengendali kriminal yang ampuh di kota yang berada dalam kekacauan.

Mereka yang ditahan di penjara ini adalah para tentara pemerintah Suriah, mereka yang mendukung rezim Bashar al-Assad, dan penduduk yang melanggar hukum atau melakukan tindak kriminal.

Di penjara ini, para tahanan mendapatkan bimbingan dan penyuluhan di bawah sistem syariah. Di antaranya adalah pelajaran Al-Quran untuk menyadarkan mereka dari kesalahan.

“Saya telah mencuri, saya tidak punya apapun untuk dimakan sehingga mencuri. Di sini saya belajar Quran untuk bertobat, dan saya telah bertobat,” kata seorang tahanan seperti dilansir dari vivanews.

Di penjara ini, para tahanan mengaku diperlakukan dengan sangat baik. “Tidak ada yang menyakiti kami, mereka memperlakukan kami dengan baik,” kata tahanan lainnya. Indahnya diatur dengan Islam. [fajar]