Gantungkanlah Kematian di Pelupuk Mata

kematian
kematian

Suatu hal yang wajib dilakukan seseorang yang cerdas ialah menyiapkan bekal sebelum perjalanan. Ia tentu tidak tahu hal-hal yang mungkin menimpa. Tak tahu pula kapan tiba dipanggil untuk berangkat.

Baca juga: Beginilah Kematian Mendatangimu

Namun, saya melihat banyak orang yang tertipu dengan masa muda. Lupa bahwa mereka bisa berpisah dengan teman sebaya secara tiba-tiba. Mereka tenggelam dan larut dalam angan-angan yang menghubungkan.

Mungkin seseorang yang merasa dirinya pintar sempat berkata, “Aku akan sibukkan diriku dengan ilmu, lalu akan beramal kemudian.” Ia kemudian berleha-leha dengan alasan beristirahat dan menunda kesempatan untuk bertobat.

Baca juga: Khutbah Jumat: Merasa Aman dari Makar Allah Ta’ala

Larut dalam berbagai ghibah berenang dalam genangan darah saudara-saudaranya. Harta benda datang lewat jalan yang syubhat. Ia terbuai dalam angan untuk menghapus segala nista di kemudian hari. Ia lupa bahwa kematian senantiasa mengintainya.

Orang yang cerdas akan selalu  memberikan setiap detik hidup sesuai haknya. Jika maut menjemput, ia telah siap. Jika harapannya tercapai, berlipatgandalah kebaikannya.

Sumber           : Ibnu al-Jauzi, Shaidul Khatir, Maghfirah Pustaka: cet. VI, hal. 4

Editor              : Ibnu Alatas