Gerakan Sosial Eksperiman Cadar Dan Celana Cingkrang Semakin Masif

Pakaian Cadar, Bukan Teroris

Sukabumi (An-najah.net) – Sosial eksperimen terkait cadar dan penggunaan celana cingkrang di semakin masif. Sebelumnya di Jakarta, kemudian Lampung kemudian disusul kota-kota yang lainnya. Kali ini kegiatan dengan cara memeluk orang-orang bercadar dan bercelana cingkrang dilaksanan di Jalan Ir H Juanda, Kota Sukabumi.

Berdasarkan pantauan puluhan perempuan bercadar dan pria berjejer di sepanjang jalan yang sering disebut Dago Sukabumi itu. Mereka berdiri dengan memegang tulisan peluk saya jika anda merasa aman. Dalam kegiatan tersebut tak sedikit perempuan dan pria menghampir untuk memeluk. Bahkan tak sedikit pula diwarnai dengan tangisan air mata.

Panitia Acara Siti Sarah Sodaris Putri mengatakan, kegiatan tersebut untuk memberikan pandangan kepada masyarakat Sukabumi bahwa cadar dan celana cingkrang bukan teroris. Bahkan tak ada kaitannya dengan teroris.” Cadar dan celana cingkrang bukan teroris,” ujarnya, Rabu (23/5). Dikutip dari www.rmoljabar.com

Sebab, selama ini banyak masyarakat yang mengeneralisir bahwa cadar dan celana cingkrang itu ciri seorang teroris. Apalagi di media sosial perkataan dan pemojokan terhadap perempuan bercadar dan celana cingkrang itu teroris. “Banyak yang ngeposting foto bercadar, terus bertuliskan hati hati banyak teroris mana-mana. Kami ingin menegaskan bahwa  tidak semua cadar adalah teroris,” ucapnya.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 12 komunitas yang ada di Kota Sukabumi. Mereka memiliki tujuan untuk menyerukan cadar dan celana cingkrang bukan teroris. “Selain kegiatan ini, kami juga turut membagikan takjil bagi masyarakat,” ungkapnya.

Perempuan Bercadar Dinda Dalfa Attyllah mengaku sering diitimidasi dalam berbagai tempat ketika bercadar. Bahkan ketika memasuki supermarket sering dilarang masuk. Tak hanya itu, tas yang dibawa pun terkadang digeledah oleh petugas keamanan mal. “Kita seperti dibedakan. Padahal, orang-orang tidak diperlakukan seperti kami,” terangnya.

Meskipun begitu, dirinya tetap istiqomah bercadar. Bahkan telah menginjak tiga tahun. “Aku istiqomah saja dengan bercadar. Sebab, Islam sendiri tidak menghalakan teror. Bahkan Islam melarang bunuh diri,” paparnya.

Polisi Polres Sukabumi Kota Bripda Rizal Budi Ramdani turut serta memeluk. Menurutnya, hal tersebut sebagai bentuk dukungan. Sebab, di luaran banyak yang menyangka berpenampilan dengan bercadar dan bercelana cingkrang adalah teroris. “Tidak semua yang berpenampilan seperrti (bercadar dan bercelana cingkrang) itu teroris. Adapun yang melakukan teror dengan berpakaian tersebut, ialah oknum,” jelasnya.

Menurutnya, cukup miris apabila ada yang mengatasnamakan hal tersebut untuk meneror. Cadar dan celana cingkrang merupakan styel mereka. Apalagi mereka yang telah berhijrah. “Jangan menghujat. Mereka umat muslim, dan tidak ada perbedaan dengan kita,” pungkasnya. (Anwar/Annajah)