GNPF Ulama Soroti Media-media Arusutama yang tak Angkat Reuni Akbar 212

Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak
Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak

Jakarta (An-Najah.net) – Reuni mujahid 212 berjalan dengan damai dan tertib. Reuni kali ini dihadiri jutaan kaum muslimin dari berbagai macam daerah. Media luar negeri ramai memberitakan acara ini. Namun, media masa nasional sepi pemberitaan.

Sikap sejumlah media massa nasional yang tidak mau memuat atau menyiarkan Reuni Akbar Pejuang 212 mendapat sorotan dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

Menurut GNPF Ulama, aksi pemboikotan oleh sejumlah media arusutama, baik swasta maupun milik pemerintah, jelas-jelas menunjukkan sikap tidak berimbang dan keberpihakan luar biasa kepada penguasa.

“Sejatinya mereka telah melakukan ‘bunuh diri massal’ karena mengkhianati sejarah dan menyakiti umat Islam sebagai mayoritas penduduk sekaligus konsumen media,” ungkap Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat sore (7/12/2018).

Kepada media-media arusutama yang menyiarkan secara proporsional, GNPF Ulama menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan. Sejumlah media yang secara khusus disebut GNPF Ulama antara lain TV One, Republika dan Rakyat Merdeka Online.

GNPF Ulama juga menyampaikan terima kasihnya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang mengizinkan Reuni Akbar 212 menggunakan area Monas, serta semua aparat yang ikut bekerjasama dalam memantau ketertiban jalannya acara. (Anwar/An-Najah/SI)