Gus Sholah; Islam Nusantara Tidak Penting, Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Yang Terpenting

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Sholahuddin Wahid
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Sholahuddin Wahid

Jombang (An-najah.net) – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Sholahuddin Wahid mengritik tema utama Muktamar NU ke-33 “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Islam di Indonesia dan Dunia.”
Kata Gus Sholah, istilah Islam Nusantara tidaklah penting. Menurutnya, yang terpenting adalah meneguhkan kembali nilai-nilai NU sebagai Islam rahmatan lil alamin, Islam ahli sunnah wal jamaah.
“Itu yang diperjuangkan NU. Kita jangan terjebak oleh istilah Islam Nusantara,” tegas Gus Sholah, Ahad (02/8/2015).
Dengan terus menjaga nilai luhur NU, Gus Sholah mengungkapkan akan terwujudnya Islam yang sejuk dan damai. Jauh dari tindak kekerasan dan pemaksaan. NU menolak dengan tegas cara-cara seperti itu.
Menilik sejarah kedatangan Islam ke Indonesia melalui perdagangan yang damai, Gus Sholah mengatakan itu menjadi alasan Islam dapat diterima di Nusantara.
Gagasan Islam Nusantara yang diusung PBNU belakangan berhasil membuat kontroversi di tengah masyarakat. Kontroversi itu berpuncak pada peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw 1436 H di Istana Negara yang menghadirkan qari’ yang membaca Alquran dengan langgam Jawa. Setelah kasus tersebut, gagasan Islam Nusantara terus mendapatkan penolakan yang luas dari umat Islam. (Anwar/annajah/SI)