Habib Muhsin Alatas; Sekitar 4.000 Pelajar Indonesia Di Iran, Berpotensi Timbulkan Ancaman Konflik Besar

Ketua DPP Front Pembela Islam, Habib Muhsin Alatas
Ketua DPP Front Pembela Islam, Habib Muhsin Alatas

Sentul (An-najah.net) – Kewaspadaan akan penyebaran syiah di Indonesia perlu ditingkatkan. Pasalnya menurut Ketua DPP Front Pembela Islam, Habib Muhsin Alatas, sekitar 4.000 pelajar Indonesia di Iran berpotensi menimbulkan ancaman konflik lebih besar di Indonesia.

“Mereka akan pulang ke Indonesia, tidak mungkin kalau tidak menyebarkan paham Syiahnya,” katanya saat pertemuan ulama dan para tokoh ormas Islam di Masjid Az-Zikra, pada Kamis lalu (12/2/2015).

Ia berharap kejadian penyerangan gerombolan Syiah di perkampungan Az-Zikra di jadikan pelajaran oleh umat Islam untuk bersatu membangun strategi menghadapi persoalan yang sedang terjadi.

“Ke depan, perlu membicarakan bagaimana membangun kekuatan mengantisipasi perkembangan gerakan Syiah yang akan menimbulkan konflik lebih besar lagi,” jelasnya.

Menurutnya, untuk menghadapi potensi konflik dengan kelompok Syiah di masa datang perlu dibuat langkah-langkah yang cerdas, profesional, dan akademis

Sambungnya, ancaman terhadap umat Islam di masa datang bukan hanya kelompok Syiah. Termasuk juga kelompok liberal. Untuk itu, umat perlu melakukan semua persiapan menghadapi segala macam ancaman.

Seperti diketahui, sekira 38 orang melakukan penyerangan terhadap perkampungan majelis Az-Zikra pada Rabu Malam (11/2) pukul 23.00 wib. Para penyerang menganiaya pengurus Az-Zikra, Faisal Salim dengan alasan majelis Az-Zikra mempublikasi penolakan atas ajaran sesat Syiah dalam sebuah spanduk.

Saat ini, kepolisian Resort Bogor telah menetapkan 34 orang sebagai pelaku penyerangan perkampungan Az-Zikra. Seluruh tersangka dijerat Pasal 170 sub 335 Junto Pasal 55, Pasal 56 KUHP, yakni melakukan penganiayaan secara bersama-sama dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. (Anwar/kiblat/annajah)