Hak Seorang Muslim Dalam Berloyal

Hak seorang muslim dalam berlloyal
Hak seorang muslim dalam berlloyal

An-Najah.net – Penuhi hak-hak seorang  muslim saat berwala’ dan bara’, Dari awal sudah kita yakini, bahwa loyalitas hanya diberikan pada orang mukmin, hal itu merupakan tuntutan cinta kepada Allah Ta’ala, sehingga harus mencintai orang-orang yang dicintai Allah Ta’ala.

Maka dalam pelaksanaannya mesti diketahui apa saja hak seorang muslim pada muslim lainnya. Diantaranya: adanya kecintaan, pertolongan, menghormatinya, menyalaminya, juga  menjaga kehormatannya.

Baca juga: Hak dan Kewajiban Pemimpin Dalam Islam

Dua hak yang amat terkait dengan wala dan bara’ adalah,

Pertama, kecintaan yang hanya diberikan pada mukmin lainnya, tidak untuk orang kafir, fasiq atau ahli bid’ah.

Kecintaan mereka semestinya sama dengan kecintaan pada dirinya. Nabi Muhammad Saw bersabda,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Tidak sempuma iman seseorang diantara kalian sehingga mencintai temannya sebagaimana mencintai dirinya.” (HR. Al-Bukhari: 13)

Kedua, sikap pertolongan yang diberikan seorang muslim pada muslim lain, dari kelompok mana pun, di bumi mana pun dan dari ras apa pun, baik berupa pengorbanan diri, harta atau menjaga kehormatannya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dijalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. ” (QS. AI-Anfal: 74)

Baca juga: Persaudaraan Islam dengan Keimanan Bukan Kebangsaan

Maka sangat mengherankan, bila kaum muslimin yang mengaku bersyahadat tauhid –Laa Ilaaha IIlallah muhamadur rasulullah- namun, tidak mensikapi muslim lainnya dengan kedua sikap ini, malah justru mencelanya, berbuat hasut padanya, memata-matainya, menyebarkan fitnah buruk diantara manusia, bahkan kalau perlu mengusir dari lingkungan atau kampung halamannya, gara-gara ia ingin mengamalkan syari’at Islam secara penuh dan menyeluruh.

Sikap yang salah kaprah ini bisa jadi karena sebuah kebodohan atau memang sebuah kesengajaan, bahkan terorganisir dalam menghancurkan Islam. Mereka adalah musuh Allah Ta’ala dan rusul-Nya.

Ya Allah, berilah taufik pada kami sehingga mudah melakukan ketaatan dan menjauhi maksiat serta berilah hidayah pada kami untuk giat bertaubat. Semoga Kau bimbing kami tetap dijalan-Mu, serta mendapatkan ilmu yang bermanfaat di dunia maupun di akhirat, amin. Wallahu Ta’ala ‘Alam []

Sumber : Majalah An-Najah edisi 9

Editor : Ibnu Jihad