Hidup Mulia dengan Al Qur'an

Hidup Mulia Bersama dengan Al Qur’an

An-Najah.net – Belajar dari sejarah sudah memberitahukan kepada kita. Umat akan hidup mulia ketika mereka menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup mereka.

Rasulullah Saw bersabda :

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan Alqur’an dan menjatuhkan kaum yang lain juga dengan Alqur’an”. (H.R. Muslim).

Suatu kaum akan ditinggikan kedudukannya dengan sebab mereka perhatian terhadap Alqur’an. Mereka mau mengikuti dan mengamalkan kandungannya.

Sebaliknya suatu kaum yang mengabaikan Alqur’an dan mengingkari kebenarannya akan jatuh derajat dan kedudukan mereka.

Baca Juga : Mengingat Sejarah, mengembalikan Kemuliaan Islam

Hidup Mulia Vs Hina

Allah Swt memberikan berita umat yang dihinakan karena menggingkari rasul dan kitabnya. Allah Swt berfirman :

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.(112) Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (113) (QS. An Nahl : 112 – 113)

Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsir Qur’an al ‘Adzim menjelaskan bahwa apa yang disebutkan oleh kedua ayat diatas merupakan suatu perumpamaan yang menggambarkan keadaan penduduk Makkah. Makkah adalah kota yang aman, tentram, dan tenang.

Sedangkan orang-orang yang tinggal disekitarnya dalam keadaan tidak aman. Barang siapa yang memasuki kota Makkah, amanlah dia dan tidak takut lagi.

Kemudian penduduk Makkah mereka mendapatkan rezeki yang melimpah ruah. Mereka mendapatkannya dari berbagai tempat.

Akan tetapi ketika mereka mengingkari ayat-ayat al Qur’an. Dan pengingkaran yang paling besar adalah mengingkari nabi Muhammad Saw yang telah diutus kepada mereka.

Akibat dari pengikaran itu Allah menimpakan kepada penduduk kafir Makkah dari aman menjadi takut. Dari hidup makmur menjadi kelaparan.

Itulah gambaran penduduk Makkah ketika mereka mengingkari dan memusuhi al Qur’an. Tetapi sebaliknya Allah benar-benar mengganti kondisi kaum muslimin.

Dahulu mereka dalam keadaan ketakutan menjadi aman. Mereka dahulu dalam kelaparan kemudian Allah memberikan rezeki yang melimpah. Bahkan Allah menjadikan mereka para pemimpin, panglima dan para imam.

Hal itu terjadi ketika mereka menjadikan al Qur’an sebagai imam dan panduan hidup mereka.

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 172 Rubrik Tema Utama

Penulis : Abu Khalid

Editor : Anwar

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.