Hikmah di Balik Ahok

20160508122054-18

An-Najah.com Fenomena perlawan umat Islam terhadap Ahok cukup menggembirakan. Di saat umat Islam sulit disatukan karena sibuk dengan urusannya masing-masing, dan fokus pada perbedaan kecil yang mengurai ikatan persaudaraan, Ahok datang untuk menghilangkan itu semua.

Gaya politik Ahok yang sering meremehkan uamat Islam, dan menganggap hanya diri dan orang yang semacamnya yang mampu menjadi ratu keadilan di negeri ini, menjadikan umat sadar betapa angkuhnya dirimu. Sehingga membuat para politikus Muslim bersatu dan membuktikan bahwa ucapan Ahok hanya rasis belaka.

Dengan pernyataan-pernyataanya yang kontroversial, menjadikan para politikus Muslim yang dulu malu-malu untuk menampakkan identitas keIslaman mereka, kini semakin berani menampakkan fanatisme keagamaannya. Ini bertanda loyalitas mereka masih ada.

Karena Ahok pula, umat Islam menjadi sadar bahwa selama ini mereka belum serius mengkader calon pemimpin masa depan. Yang akan memimpin bangsa Indonesia dengan keshalehan dan ketegasan, bijaksana dan adil. Sehingga tidak ada lagi orang yang berani berkata, “Lebih baik kafir tapi jujur dari pada Muslim tapi korupsi!”

Karena keberpihakkan Ahok terhadap para pengemban yang nota benenya adalah Chino, menjadikan umat Islam sadar, slogan keadilan dan pro rakyat hanyalah jargon kosong belaka yang digunakan untuk menipu umat Islam.

Karena keberanianmu menghina al-Qur’an, kini semuat Islam semakin yakin, sampai kapan pun kebencian orang kafir tidak pernah pudar kepada kaum Muslimin. Dari nenek moyang mereka yang penjajah, sampai anak turunannya yang sok berkuasa.

Karena Ahok pula, umat Islam tau siapa ulama sebenarnya dan siapa ulama gadungan, siapa ustad sejati dan siapa ustad penjilat.

Kini umat Islam bersatu melawan Ahok. Orang awam, da’i, politikus, sampai ulama semua dalam satu kata, “Tolak Ahok, Tolak pemimpin kafir”

Sahlan Ahmad.