Hukum Orang Puasa Ramadhan Mau, Shalat Jarang

Shalat
Shalat

An-najah.net – Salah seorang shahabat saya tidak mau melaksanakan shalat padahal umurnya sudah sangat tua. Kami sering menasehati dia tapi dia sangat menyepelekan masalah shalat ini. Dia jarang sekali shalat, kecuali di bulan Ramadhan saja atau ketika kami sedang berkumpul. Bagaimana hukum bergaul dengannya? Bolehkah saya memberi salam kepadanya? Atau haruskah saya memutuskan hubungan dengannya? Berikan Jawaban kepada kami, mudah-mudahan Allah Swt menjaga Anda.

Jawab : Penjelasan ini dikutip dari Fatawa bin Baaz jilid II halaman 133 – 134. Meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kufur akbar (keluar dari islam). Hal ini berdasarkan sabda Nabi Saw :

بين الرجل وبين الشرك والكفر ترك الصلاة؛ رواه مسلم

“Perbedaan antara orang (muslim) dengan orang kafir dan musyrik adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)

Begitu juga sabda Nabi Saw :

“Perbedaan antara kita dengan mereka (orang kafir) adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkan shalat dia telah kafir.” (HR. Ahmad).

Hadits-hadits yang maknanya seperti ini jumlahnya cukup banyak.

Anda wajib menasehati saudara anda tersebut dan menerangkan kepadanya tentang hukum-hukum syari’at yang wajib diketahui oleh seorang muslim. Jika dia tetap tidak mau shalat, Anda harus menjauhinya dan tidak usah memberi salam kepadanya. Serta tidak usah memenuhi undangannya. Akan lebih baik jika anda melaporkan kepada penguasa agar dia bertaubat (mau melaksanakan shalat). Jika dia masih tidak mau melaksanakan shalat, maka penguasa muslim berhak membunuhnya. Hal ini berdasarkan firman Allah Swt.

 فإن تابوا وأقاموا الصلاة وآتوا الزكاة فخلوا سبيلهم“Jika mereka taubat dan mendirikan shalat serta membayar zakat, maka bebaskanlah mereka.” (QS. At Taubah : 5)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang tidak shalat tidak boleh dibebaskan (dibiarkan hidup). Dan dalil-dalil dalam masalah ini jumlahnya cukup banyak kita mohon kepada Allah Swt agar memberi petunjuk kepada saudara anda tersebut. (Anwar/annajah)

Bottom of Form