Hukum Suami Memaksa Istri Untuk Bersetubuh Di Siang Ramadhan

bersetubuh
bersetubuh

An-Najah.net – Istri dipaksa melayani suami di siang Ramadhan. Ramadhan kembali menyapa ‎kita. Kesempatan emas sekaligus momen yang pas untuk berbenah diri, meraih rahmat, berkah ‎dan ampunan Allah Ta’ala terbuka lebar. Sungguh beruntung orang yang bisa bertemu dengan ‎bulan Ramadhan dan dia memaksimalkannya untuk beribadah di dalamnya. ‎

Namun ada amalan-amalan yang menyebabkan ibadah tersebut batal atau tidak diterima oleh ‎Allah Ta’ala. Di antaranya adalah suami istri yang bersetubuh di siang Ramadhan. Lantas ‎bagaimana hukumnya seputar permasalahan ini?‎

Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin menjelaskan dalam buku fatwanya. ‎

Pertama, jika istri dipaksa melayani suaminya di siang Ramadhan. Maka yang berdosa adalah ‎suami dan dia wajib meng-qodho’-nya dan baginya kafarah. Yaitu memerdekakan budak, jika ‎tidak mendapatkan budak, puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu memberi makan ‎enam puluh orang miskin. Sedangkan istrinya tidak terbebani apa-apa. ‎

Kedua, jika keduanya (suami dan istri) sengaja bersetubuh di siang Ramadhan, maka keduanya ‎berdosa dan bagi mereka Qodho’ dan kafaroh. (Muhammad bin Shalih Utsaimin, Majmu’ Fatawa ‎Wa Rosailu, jilid 19, hal. 335)‎. Wallahu ‘alam

Penulis: Ibnu Jihad
Editor: Abu Mazaya