Iming-Iming Kekayaan: Cara Musuh Dulu dan Sekarang Melemahkan Pembela Kebenaran

kaya(an-najah.net) – Rayuan harta telah memiliki sejarah setua konflik antara kebenaran dan kebatilan. Melemahkan ahli kebenaran dengan rayuan harta adalah cara yang berbahaya dan mematikan. Musuh kebenaran telah menggunakannya selama berabad-abad terhadap setiap orang yang bertahan untuk membela agama Allah, dan bahkan berdiri di depan tentara kebatilan di lautan permusuhan.

Lihat saja contohnya dalam dakwah Rasulullah saw. Keputus-asaan orang kafir untuk menghalangi laju dakwah beliau telah membuat mereka mengambil langkah-langkah rayuan, hingga mengatakan, “Jika engkau, dengan seruanmu itu, hendak mengumpulkan harta, kami akan mengumpulkan harta yang banyak untukmu hingga menjadi orang terkaya di antara kami.”

Godaan Harta dalam Sejarah Modern

Banyak pihak yang mengakui, bahkan para pakar Amerika sendiri, bahwa Amerika saat ini sedang menghadapi krisis keuangan, dan gejolak pasar, penurunan pertumbuhan ekonomi, dan pengangguran yang merajalela.

Tetapi, dengan keadaan itu Amerika tetap “berjuang” bila urusannya untuk memerangi umat Islam. Kemiskinan —atau boleh disebut keserakahan— memang masih menjadi fitnah bagi umat ini.

Amerika Serikat pandai melihat aspek lemah dalam masyarakat Islam ini dan memanfaatkan peluang tersebut untuk melemparkan panah beracun di pusat luka hingga menjadi santapan lalat.

Amerika langsung menyusup ke relung hati orang-orang yang lemah iman dan berpenyakit, dengan tawaran jabatan prestisius dan kekayaan yang hijau menggoda. Mereka membuat pemandangan indah agar manusia menuruti hawa nafsunya.

Allah berfirman, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Ali Imran: 14).

Allah menyebutkan salah satu sifat manusia tersebut agar mereka menyadari dan mewaspai, bukan menggunakannya untuk pembenaran terhadap kejahatan.

Ulah sebagian orang yang menuruti nafsunya itu telah mengakibatkan banyak korban dan luka yang mendalam di tubuh umat Islam. Banyak orang munafik yang berani menampakkan kemunafikannya dan musuh yang menunjukkan taring jahatnya.

Mereka yang Lulus

Tetapi, di balik itu orang yang kuat imannya justru akan tampak jelas kekuatan hatinya. Mereka tidak akan tergoda dan keimanannya yang kuat tetap terjaga di benteng yang perkasa. Mereka tetap di jalan jihad, dengan penuh kegigihan dan kesabaran. Mereka tetap berjuang untuk membunuh atau dibunuh. Sebagian telah memenuhi janjinya dan sebagian masih menunggu untuk mengikuti jalan yang sama, dan tidak akan mengganti keyakinan sedikit pun.

Musuh tidak mampu menembus integritas mereka dan uang tidak bisa memikat mata mereka. Sikap orang-orang ini menjadi tamparan yang kuat bagi musuh. Ternyata sikap mereka bagaikan tongkat Musa yang menelan semua tipu daya musuh. Dan terbuktilah bahwa muslihat musuh itu sia-sia belaka.

Redaksi: Agus