Inilah Alasan Bantuan Kemanusiaan Tidak Pernah Sampai ke Ghouta

White Helmets
White Helmets
White Helmets

An-Najah.net – Hingga hari Selasa kemarin (27/02/2018) serangan udara terus terjadi di Ghouta. Meskipun Rusia, sekutu Rezim Suriah, menginstruksikan gencatan senjata selama 5 jam. Untuk memberi jeda bagi para aktivis mengevakuasi para korban.

Sejak 2013, Ghouta dikepung dan diblokade rezim Suriah. Para warga tidak bisa keluar atau masuk tanpa pengawalan ketat.

Serangan terhadap Ghouta sudah terjadi sejak para warganya menyatakan dukungan kepada oposisi. Namun, dua Minggu terakhir, serangan Rezim lebih intensif.

Ganasnya serangan membuat Sekjen PBB menyebut wilayah yang dihuni 400.000 jiwa itu sebagai “hell on earth” atau neraka di dunia.

Lebih dari 500 orang terbunuh akibat serangan selama sepekan.

Sekolah dan fasilitas kesehatan ikut menjadi target serangan. Warga sipil terpaksa menyelamatkan diri ke bunker-bunker. Itu pun bukan jaminan, jika bom yang dijatuhkan berupa birmil.

Blokade rezim membuat bahan pangan dan obat-obatan langka. Berdasarkan laporan medis, rata-rata anak usia di bawah lima tahun (balita) di Ghouta mengalami malnutrisi akut.

Menyikapi situasi itu, PBB mengeluarkan resolusi gencatan senjata selama 30 hari.

Kendati demikian, tidak ada satu pun truk bantuan yg bisa menembus blokade.

“Kami masih belum mendapat lampu hijau masuk, membawa bantuan dan mengevakuasi para korban,” ungkap Panos Moumtizis, koordinator bantuan untuk Suriah.

Sulitnya bantuan masuk ke lokasi memang akibat strategi Rezim Assad yg memblokade Ghouta. Selama 4 tahun terakhir hanya sedikit bantuan yg masuk. Selain itu, banyak bantuan makanan kadaluarsa akibat terlalu lama menunggu.

Dulu, para warga mengandalkan terowongan yang digali oposisi untuk menyelundupkan makanan. Namun sejak Februari 2017, semua jalur tikus terendus aparat Rezim. Semua akses terowongan ditutup.

Pada bulan Oktober 2017, Rezim menutup gerbang al-Wafideen. Itu adalah satu-satunya akses masuk ke Douma dan Ghouta.

Penulis : Ibnu

Editor : Helmi AlfianĀ