Inilah Nasihat Keluarga Al-Quran

keluarga al-Quran
keluarga al-Quran

An-Najah.net – Resapilah para Keluarga Quran. Syaikh Abdullah Al-Muhaysini adalah ulama yang sangat memperhatikan problematika umar Islam. Dalam tulisan ini ada lima belas nasehat tentang adab membaca Al-Qur’an yang beliau nasihatkan;

Pertama, jangan beri Al-Qur’an sisa-sisa waktu. Tetapi berikan waktu khusus yang tidak bisa diganggu gugat.

Kedua, sebelum membaca Al-Qur’an, berwudhulah terlebih dahulu. Baca ta’awudz, basmalah dan fokuskan hati untuk membaca kalam ilahi.

Ketiga, baca dengan suara sedang. Tidak terlalu keras, agar tidak kelelahan. Atau terlalu pelan hingga lama-lama menjadi bosan. Atur ritme bacaan; tidak terlalu cepat atau lambat.

Baca juga: Kultum : Mencetak Generasi Qurani Zaman Now

Keempat, Al-Qur’an memiliki wibawa dan kharisma. Siapa saja yang sanggup menghadirkan hal itu di hatinya, Allah akan angkat derajatnya di kalangan manusia. Karena itu, jangan gampang memotong tilawah Al-Quran untuk sekadar ngobrol dengan orang lain.

Kelima, para salaf, jika sudah membaca Al-Qur’an, mereka enggan berhenti hingga tuntas ke akhir surat. Ini termasuk adab yang baik dalam membaca Al-Qur’an. Sedangkan sebagian salaf yang lain mengatakan boleh menyela bacaan jika ada keperluan.

Keenam, saat sedang tilawah, jangan menoleh ke kanan kiri. Ketika seseorang mengajak bicara, beri isyarat untuk menunggu. Lakukan ini untuk menghormati kalam ilahi.

Ketujuh, jika anda terpaksa menghentikan bacaan, misalnya ketika diajak bicara, maka jangan langsung menjawab. Teruskan bacaan hingga akhir ayat atau di penggalan ayat yang tepat.

Kedelapan, wajib menggerakkan bibir saat membaca Al-Qur’an. Membaca di hati yang hanya dengan melihat lembaran mushaf sebenarnya belum disebut membaca Al-Qur’an. Sebagaimana fatwa Syaikh bin Bazrahimahullah. Untuk poin yang kedelapan ini, kita sering dapati kaum muslimin yang niatnya membaca Al-Quran, namun tidak mengerakkan bibirnya (membaca di dalam hati)

Kesembilan, salah satu adab yang kurang baik ialah membaca Al-Qur’an sambil sesekali melirik wallFacebook, Twitter, WhatsAppatau media sosial lainnnya.

Sepuluh, sesekali pergi ke masjid yang agak jauh yang jamaahnya tidak mengenal anda. Sedangkan untuk para akhwat, dengan menyendiri di ruangan rumah yang sepi. MendarasAl-Qur’an di tempat yang steril dari gangguan sangat membantu untuk dapat merasakan nikmatnya bacaan Al-Qur’an atau untuk mentadaburinya.

Baca juga: Hukum membaca bacaan Shalat dalam hati

Kesebelas, smartphone sering mengganggu. Tinggalkan alat itu di rumah dan bacalah Al-Qur’an tanpa gangguan.

Kedua belas, saat membaca akan melewati ayat-ayat rahmat. Berhentilah sejenak. Berdoalah sambil mengangkat tangan. Minta kepada Allah agar melimpahkan karunia-Nya. Semoga hal ini dapat memberi bekas di hati kita.

Ketiga belas, jika anda lambat membaca atau tidak mahir membaca Al-Qur’an, berbahagialah karena mendapat dua pahala. Cobalah menyimpan file murattal Al-Qur’an di smartphone dan sering mendengarkannya.

Keempat belas, mengakhiri bacaan Al-Qur’an di akhir surat lebih utama daripada akhir juz. Ibnu Umar, setiap membaca satu surat Al-Qur’an tidak akan memotongnya hingga selesai.

Kelima belas, jangan ragu mengulangi satu ayat dua kali, tiga kali atau bahkan sepuluh kali. Terus diulangi untuk melunakkan hati.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan keluarga kita, keluarga yang ahlul Quran. Yang mana senantiasa berinteraksi dengan Al-Quran, baik membaca, menulis, menulis, mentadaburi ayat-ayat-Nya. Amin. Wallahu Ta’ala ‘Alam

Sumber : Majalah An-Najah, edisi 152, hal. 58

Penulis  : Abdullah

Editor    : Ibnu Alatas