FOTO: Inilah Senjata 'Bantuan Amerika' Pejuang Oposisi di Suriah

ALEPPO (an-najah) – Rakyat Suriah telah menandai 2 tahun lebih pertarungannya dengan rezim. Dengan semakin meningkatnya konflik, pemerintah rezim Suriah telah dituduh melakukan kejahatan perang dengan menggunakan serangan artileri, cluster bom, tank dan senjata berat lainnya terhadap pejuang oposisi dan rakyat umumnya.

Rakyat Suriah sendiri meskipun tidak memiliki persenjataan yang memadai, mereka tetap melakukan perlawanan yang gencar terhadap pasukan rezim Suriah, Milisi Syiah Hizbullah Lebanon, Milisi Jaisyul Mahdi dari Irak, dll. Hal inilah yang menyebabkan beberapa anggota dari FSA (sebutan generik untuk para pejuang Suriah, red) mengembangkan sendiri persenjataan mereka.

“Kita tidak beruntung tidak dipersenjatai lengkap seperti pasukan perlawanan di daerah-daerah lain seperti Homs dan Hama”, demikian kata Abu Hasan seorang pejuang FSA di Aleppo. Karena kondisi inilah akhirnya dia dan kawan-kawannya melakukan berbagai usaha untuk bisa bertahan dan melakukan perlawanan.

“Tidak semua senjata kami bisa akurat, kadang kita melakukan kesalahan, tapi itu adalah bagian dari peperangan. Namun, senjata-senjata buatan rumah ini telah memberikan kita kekuatan untuk bisa membunuh musuh dalam setiap serangan yang kita lakukan,” ujarnya lagi.

Kelompok Abu Hasan menghasilkan rata-rata 18 sampai 30 roket buatan sendiri setiap harinya dan telah berhasil membuat peluncur roket hanya berdasarkan bahan-bahan yang ada disekitar rumah seperti garam dan asam dari jeruk.

Kelompok spesial ini diberikan mandat untuk melindungi kota Old Aleppo dan hanya mengambil peran untuk perang darat. Namun Abu Hasan mengatakan bila dia pernah menyaksikan bagaimana sebuah pesawat tempur telah ditembak jatuh oleh artileri buatan rumah ini.

Inilah beberapa foto senjata ‘buah tangan’ rakyat Suriah, yang dituduh oleh kalangan tertentu sebagai bantuan dari Amerika dan Israel.[fajar/wartaperang/annajah]