Investigasi Terbunuhnya Syaikh Al-Buthi, Bumisyam.com Kirim Jurnalis Ke Suriah

Said-ramadhan-al-buthi-3-jpeg.image_JAKARTA (an-najah) – Kematian penulis buku Sirah Nabawiyah Syaikh Dr Muhammad Said Ramadhan Al Buthi mengundang perhatian banyak kalangan.

Syaikh Al Buthi terbunuh, Kamis (21/3/2013) saat maghrib waktu setempat di Masjid Jami Al Iman, di daerah Mazra’ah, Damaskus, Suriah.

Syaikh Ramadhan Al Buthi, meskipun dikenal sebagai seorang ulama Ahlussunnah, namun beliau termasuk tokoh yang menyatakan dukungan kepada Bashar Al Assad.

Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) Ferry Nur yang kini juga aktif menggalang dana untuk rakyat Suriah dan warga pengungsi Palestina di negeri yang tengah dilanda perang ini, mengatakan, meskipun Syaikh Ramadhan Al Buthi mendukung rezim Assad yang telah membunuh ribuan rakyatnya, namun di akhir hidupnya Syaikh Al Buthi dibunuh saat memberikan ta’lim dan usai memimpin shalat magrib berjamaah, “Semoga ini mempertegas Syaikh sebagai Muslim,” ujar Ferry Nur seperti dilansir dari salam-online lewat pesan singkatnya, Jumat (22/3/2013) malam.

“Masalah dosa itu urusan beliau kepada Allah, dan Allah Maha Pengasih dan Maha Pengampun. Saya hanya dapat berdoa, semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau, karena Syaikh Al-Buthi juga adalah manusia biasa yang tidak lepas dari kekhilafan, termasuk fatwanya dan menerima amal kebaikan serta ilmu yang bermanfaat melalui ta’lim dan kitab-kitab yang disusunnya,” imbuhnya.

Sementara Bumisyam.com, sebagai media Islam, khususnya mengusung informasi yang berkaitan dengan pembebasan Palestina dan Suriah sebagai tanah air Islam, mengirim wartawan, untuk melakukan investigasi atas pembunuhan Syaikh Al Buthi yang di kalangan sebagian dunia Islam dipandang sebagai ulama yang dihormati dengan keluasan ilmunya.

“Kami belum bisa berkesimpulan terlalu cepat, yang pasti Bumisyam.com akan kirimkan wartawan langsung ke Suriah untuk menginvestigasi fakta yang terjadi,” jelas Ubay Salman, Pemimpin Redaksi Bumisyam.com, Jum’at (22/3/2013).

Sampai berita ini diturunkan belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas ledakan itu. Tentara Pembebasan Suriah (Jaisyul Hurr/FSA) menyatakan tidak bertanggung jawab atas ledakan itu, dan menegaskan sikapnya untuk tidak pernah menyerang rumah ibadah.

“Insya Allah untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi besok (Sabtu, hari ini, 23/3/2013, red) reporter kami akan berangkat menuju Suriah, mohon doanya,” tandasnya lagi.

Syaikh Al-Buthi lahir tahun 1929 di Butan, Turki, seorang ‘alim yang dikenal luas bukan saja di Suriah tapi juga di dunia Islam.

Di Indonesia Al-Buthi dikenal sejak lama karena sejumlah bukunya, di antaranya Fiqhus-Sirah yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh beberapa penerbit ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Sirah Nabawiyah”.

Semasa hidupnya Syaikh Al-Buthi menulis lebih dari 60 buku dalam berbagai tema. [fajar/slmon/bumisyam.com]