IPW Tanyakan Tahanan Teroris yang Kabur

JAKARTA (an-najah.net) – Indonesia Police Watch (IPW) mempertanyakan kaburnya Roki tahanan teroris dari Rutan Polda Metro Jaya pada Selasa (6/11) pukul 13.30 WIB. “Apakah kaburnya tahanan itu karena kecerobohan atau ada unsur untuk menjatuhkan citra Kapolda Metro yang belakangan disebut-sebut sebagai calon kuat Kapolri pasca Jenderal Pol Timur Pradopo,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane di Jakarta, Rabu.

Sebab selama ini belum pernah ada tahanan teroris yang bisa kabur, untuk itu IPW mendesak Polri mengusut kasus ini secara serius, katanya. “Kalau tahanan kriminal biasa yang kabur mungkin masih bisa dimaklumi. Kalau tahanan teroris, ini sangat memalukan, terutama di saat Polri, gencar-gencarnya memberantas terorisme dan membangun pencitraan lewat keberhasilan memberantas terorisme,” kata Neta.

Kaburnya tahanan teroris ini menjadi sangat aneh dan patut dicurigai, jangan-jangan kaburnya tahanan teroris ini sebagai upaya pihak tertentu untuk menjatuhkan citra Kapolda mengingat Putut disebut-sebut sebagai calon Kapolri, katanya. “Sebab selama ini tidak pernah ada satupun tahanan teroris yang bisa melarikan diri, bahkan polisi tegas dan represif terhadap mereka,” kata Neta.

Terpidana terorisme, Roki, menyamar sebagai perempuan menggunakan cadar untuk melarikan diri dari Rutan Polda Metro Jaya. “Sebelumnya, ada beberapa penjenguk berpakaian cadar. Roki menggunakan pakaian itu untuk keluar dari tahanan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Rabu.

Sebelum kejadian, Kepolisian menjelaskan terdapat sekitar 23 orang yang membesuk Roki, yang mayoritas menggunakan cadar. “Roki memanfaatkan busana muslim itu untuk melarikan diri,” katanya. Boy menjelaskan Roki merupakan perekrutan dari kelompok Klaten yang ditangkap pada akhir 2010. Roki dijatuhi hukuman selama enam tahun penjara oleh pengadilan pada 2011. [fajar]