Islam Itu Ajaran Allah Bukan Ajaran Arab

Islam bukan arab, apalagi barat
Islam bukan arab, apalagi barat
Islam bukan arab, apalagi barat
Islam bukan arab, apalagi barat

An-Najah.net – Kebaikan itu bukan mengikuti barat atau timur. Akan tetapi, kebaikan itu mengikuti Islam sebagai sebuah aturan hidup. Dengan agama Islam inilah akan menjadikan suatu ummat yang baik atau dikenal dengan khoiru ummah.

Aneh saat ini, ada orang mengatakan jadi orang Islam jangan jadi orang Arab. Seakan-akan memisahkan Islam dengan Arab. Padahal al Qur’an itu diturunkan dengan bahasa arab. Nabi Muhammad Saw itu berasal dari kaum Arab. Akan tetapi, disisi lain dia malah mengikuti barat. Padahal barat itu melakukan program baratisasi atau dikenal westernisasi.

Islamisasi Arab

Nabi Muhammad Saw itu telah melakukan islamisasi di bangsa Arab. Pada awal mula dakwahnya ditentang, intimidasi, teror bahkan peperangan terjadi antara pengikut nabi Muhammad Saw melawan suku Qurasy. Namun, berkat kesungguhan dan  kesabaran beliau bangsa Arab bisa islamkan.

Dengan Islam inilah mengeluarkan bangsa arab dari zaman kejahiliyah menuju zaman berperadaban. Adat istiadat yang sesuai dengan ajaran Islam tetap dijaga dan dilestarikan. Tetapi, adat istiadat atau budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam dilarang dan ditinggalkan oleh mereka.

Jilbab itu bukan ajaran arab. Jilbat itu ajaran allah terdapat pada surat Al Ahzab ayat 59 dan An Nur ayat 31. Jenggot itu bukan ajaran arat akan tetapi jenggot itu ajaran Rasulullah Saw untuk menyelisihi orang Yahudi dan Majusi.

Islam bukan untuk satu bangsa atau suku seperti Yahudi yang diutus untuk bani israel. Akan tetapi, Islam itu untuk rahmat seluruh alam. Sehingga berkat jasa Rasulullah saw dan para sahabat, Islam tersebar keseluruh pelosok dunia termasuk Indonesia.

Menjadi muslim itu berbeda menjadi Arab . Islamisasi itu berbeda dengan arabisasi apalagi baratisasi.  Ajaran Islam itu bukan ajaran arab tetapi ajaran Allah Swt. Allah merupakan rabb pencipta alam semesta ini.

Manusia itu yang menciptakan adalah Allah, dia makan yang memberi rezeki juga Allah. Kemudian dia tinggal juga dibumi Allah. Maka sudah selayaknya harus mengikuti aturan Allah yaitu Islam sebagai aturan hidupnya. (Anwar/An-Najah)