Islamofobia dan Polarisasi Umat

Fenomena-Islamofobia-ilustrasi
Fenomena-Islamofobia-ilustrasi

An-Najah.net – Maraknya islamofobia di negeri ini membawa dampak pada polarisasi, pengkutuban pada umat ini. Belum lagi upaya kriminalisasi terhadap para ulama, da’i dan pembubaran organisasi yang gigih menyuarakan kebenaran. Hal ini membuat umat Islam mulai tersadar, ada upaya-upaya mengusik Islam dinegeri ini.

Untuk melawan lupa, tentu kita ingat dengan fenomena Ahok yang menista Al Qur’an. Dampaknya terjadi berbagai Aksi Bela Islam dan yang paling besar adalah Aksi 212 (2 Desember) pada tahun 2016. Tujuh juta umat Islam berkumpul di Monas, Jakarta menuntut penegakan keadilan atas penista al Qur’an oleh Ahok.

Ketika terjadi penistaan Al Qur’an ini, umat menjadi terbagi ada yang pro dan kontra. Ada pula yang bermuka dua, munafiq namanya mereka membela si penista. Akhirnya menjadi penyesalan bagi orang-orang munafiq ketika Ahok terbukti bersalah dan dijebloskan kedalam penjara.

Perbuatan Ahok itu ibarat menepuk air di dulang terpercik muka sendiri. Si Ahok telah berbuat sesuatu yang jahat, perkara itu terkena kembali kepada ia sendiri.

Baca Juga : Penyakit Umat Islam dan Obatnya di Akhir Zaman

Peta Manusia

Sunnatullah pertarungan al haq dan al bathil nampaknya terus berjalan. Penistaan demi penistaan bermuculan. Puisi Sukmawati memancing emosi umat Islam. Dia mengatakan suara kidung ibu Indonesia, lebih elok dari pada suara Adzan. Kemudian, sari konde ibu Indonesia, lebih indah dari pada cadar dirimu.

Kasus Sukmawati belum usai, muncul kembali penistaan terhadap simbol Islam yaitu bendera tauhid. Padahal bedara ini adalah bendera umat Islam, bukan ormas tertentu. Umat Islam kembali turun kejalan mengutuk aksi pembakaran itu.

Sebenarnya masih banyak bentuk penistaan terhadap Islam yang lain. Akan tetapi, ketetapan Allah Swt terus berjalan. Mereka berbuat makar jahat terhadap Islam, tetapi Allah Swt sebaik-baik pembuat makar. Saat ini banyak umat Islam mulai terbuka mata hatinya, untuk membela Islam.

Baca Juga : Dakwah Kalimat Tauhid Kunci Kejayaan Umat

Dengan memahami surat Al Maidah ayat 51 sampai 54 kita akan ditunjukkan siapa yang menjadi pembela Islam dan siapa yang menjadi penghianat. Siapa pula yang menjadi musuh umat Islam.

Pertama, Kelompok orang-orang yang beriman

Allah swt berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al Maidah: 54)

Sifat dan karekter generasi pilihan ini adalah Pertama, Allah Swt cinta kepada mereka dan mereka cinta kepada-Nya. Kedua, Mereka berlemah lembut kepada sesama mukmin. Ketiga, Mereka bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Keempat, Mereka berjihad di jalan Allah. Kelima, Mereka tidak takut celaan orang yang suka mencela. Kelompok inilah yang senantiasa memberikan pembelaan kepada Islam ketika dinistakan.

Kedua, Kelompok orang-orang kafir

Orang kafir adalah orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka senantiasa berusaha memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka. Kalau sekarang dengan media-media mereka baik itu on-line atau media cetak tujuannya ingin memadamkan tersebarnya Islam. Adapula dibelahan dunia lain dengan kekuatan militer mereka.

Kekafiran itu adalah agama yang satu. Untuk itu Allah Swt telah memberikan arahan kepada kaum mukminin tidak boleh menjadikan mereka sebagai pemimpin. Allah Swt berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Qs. Al Maidah: 51)

Orang kafir dalam ayat ini diwakili oleh Yahudi dan Nasrani. Orang-orang kafir memiliki karakter yang cukup berbahaya dan membayakan bagi umat islam. Allah Swt menegaskan dalam ayat itu “Satu dengan yang lainnya mereka saling tolong menolong”.

Ketiga, Kelompok orang-orang munafiq

Didalam kehidupan ini ada orang-orang yang mengaku beriman, akan tetapi mereka itu malah memberikan perwalian kepada orang kafir. Mereka senang ketika agama Islam mendapatkan kekalahan, mereka sedih ketika agama Islam mendapatkan kemenangan. Mereka itu adalah orang-orang munafiq.

Allah swt berfirman:

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” (Qs. Al Maidah: 52)

Kelompok munafiq yang diungkapkan oleh Allah dengan kalimat didalam “Orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya”. Orang-orang munafiq dalam Al Maidah: 52 disifati oleh Allah sebagai penjilat orang-orang kafir.

Baca Juga : Sunnatullah Ketika Ummat Menjauh Dari Aturan Allah

Sunnatullah, Konfrontasi Abadi

Dinegeri ini sedang terjadi proses polarisasi, pelan tapi nampak sekali. Pengkutuban ini merupakan suatu hal yang lumrah. Ia merupakan tuntutan psikologis dan ideologis seorang manusia. Antara kebenaran dan kebathilan pasti terjadi konflik. Demikian juga antara orang-orang beriman dan orang-orang kafir, ada konfrontasi yang sifatnya abadi.

Umat Islam setelah sadar, sudah seharusnya bangkit dan berdiri dalam rangka ikut andil dalam iqamatuddin. Mereka harus tahu siapa kawan dan siapa lawan. Jangan sampai menjadikan lawan sebagai kawan, kemudian kawan malah dijadikan lawan.

Baca Juga : Problematika Umat dari zaman ke zaman

Waspadai politik adu domba yang dipropagandakan musuh. Dalam rangka memecah kekuatan umat Islam. Untuk itu jaga persatuan dan kesatuan dibawah kalimat tauhid, Laa Ilaha Illallah. Kalimat ini adalah kunci kemenangan Islam.

Pertanyaan dimanakah posisi kita. Ketika islam dinistakan, dihinakan, dilecehkan oleh orang-orang munafiq dan kafir. Karena dimana saja kita berada, tentu akan dimintai pertanggung jawaban tentang keislaman kita.

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 157 Rubrik Tema Utama

Editor : Anwar