Israel Kesal, Siprus Buka Hubungan Diplomatik Dengan Palestina

W3aegclFMj
Bendera palestina (ist)

NIKOSIA (an-najah) – Israel mengutarakan kekecewaannya terhadap Siprus yang memutuskan untuk mendirikan Kedutaan Besar Palestina, usai mereka memberi pengakuan ke negara Arab itu. Pendirian kantor Kedubes itu dilakukan untuk menyikapi pembaharuan status Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebelum diakui sebagai negara peninjau non-anggota PBB, Siprus tetap menjalin hubungan bilateral dengan Palestina namun hubungan itu hanya sebatas misi diplomatik. Namun pada saat Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki berkunjung ke Nikosia, Siprus, pemerintah negara Eropa itu mengumumkan keputusannya untuk mendirikan Kedubes Palestina.

Siprus bersama 13 negara anggota Uni Eropa lainnya mendukung penuh upaya Palestina di Majelis Umum PBB. 12 negara Uni Eropa menyatakan abstain dan Republik Ceko menentang.

Keputusan yang dibuat Siprus terhadap Palestina ternyata membuat Israel kesal. Duta Besar Siprus untuk Israel Dimitris Hatziargyrou diminta menghadap Kementerian Luar Negeri Israel pada pekan ini. Hatziargyrou diminta menjelaskan langkah yang diambil pemerintahnya terhadap Palestina. Demikian, seperti diberitakan Cyprus-Mail, Jumat (15/2/2013).

Sejauh ini, Israel menjalin hubungan yang cukup baik dengan Siprus. Pada 2012 lalu, Israel dilaporkan mengirim 20 ribu pasukan komando ke wilayah Siprus. Sebagai gantinya, pasukan itu akan membangun terminal gas di Negara Pulau itu.

Laporan itu langsung membuat marah Turki karena pada dasarnya, Siprus telah terbagi menjadi dunia yaitu Siprus Turki dan Siprus Yunani, yang mendapat pengakuan internasional. Namun Israel membantah laporan itu dan menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah mengirimkan pasukan ke negara manapun. [fajar]