Istiqomah Di Jalan Ilahi

istiqomah
istiqomah

An-Najah.net – Bukankah pahala yang besar sudah menanti kita. Kita hidup pada suatu zaman ‎yang amat berat. Cobaan sili berganti tanpa henti, bencana melanda di mana-mana, keterpurukan ‎umat semakin parah tak terbendung. Para pengusung kebenaran seperti orang asing yang hidup ‎dikerumunan orang-orang yang bejat. Pengusung kebenaran seperti penggenggam bara api. Jika ‎bara dipegang, ia akan merasakan panasnya. Akan tetapi jika dilepas, Iepaslah din dari dirinya. ‎Bukankah Rasulullah Saw pernah bersabda : ‎

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالقَابِضِ عَلَى الجَمْرِ‎.‎

‎“Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana orang yang berpegang teguh terhadap ‎agamanya seperti orang yang menggenggam bara api”. (HR. At-Turmudzi: 2260)‎

Hadits di atas menjelaskan, akan ada suatu kelompok yang akan selalu memperjuangkan agama ‎ini sampai hari kiamat datang. Dan pengasungnya harus ekstra bersabar atas segala ujian dan ‎cobaan yang menimpanya. Karena pada saat itu mengemban kebenaran sebagaimana memegang ‎bara api. (Abdul Bar bin ‘Ashim al-Qurthubi, At-Tamhidu Lima fil Muwatho’ Minal Ma’ani wal ‎Asanidi, Jilid 20, hal. 252)‎

Kondisi Yang Memilukan

Saudaraku, memang agama ini selalu akan ada yang memperjuangkannya hingga akhir zaman ‎datang. Namun, perlu diketahui selalu ada orang-orang yang berusaha untuk menyelewengkan, ‎mengganti, berbohong dan menyembunyikan sehingga tercampur aduklah antara yang haq ‎dengan yang batil, dan itu adalah sunnatullah. ‎

Kondisi dan keadaan itu sudah kita alami sekarang. Manusia tidak lagi bisa membedakan antara ‎yang haq dan yang batil, antara orang mukmin dan orang kafir, antara orang yang bisa dipercaya ‎dengan pengkhianat, antara orang bodoh dan orang berilmu, tidak mengenali perkara makruf, dan ‎tidak mengingkari perkara yang mungkar, semuanya sudah tercampur aduk!‎

Sungguh, pada hari ini manusia telah berubah, menganggap baik apa yang dulu mereka anggap ‎buruk, menghalalkan apa yang dulu mereka haramkan, dan menganggap makruf apa yang dulu ‎mereka anggap kemungkaran. Yang aslinya moderat dikatakan radikal, orang baik dikatakan ‎teroris. Giliran “dia” berpaham radikalisme, semua “orang” berkara dia moderat, giliran “dia” ‎meneror, semua orang berkara dia baik.‎

Ini adalah kenyataan yang terjadi, dan tidak bisa kita pungkiri. Keadaan umat islam (khususnya) ‎semakin mempuruk dan bobrok. Kita selaku umat Islam harus sadar dan bangun dari ‎keterpurukan dan kebobrokan yang menghantui kehidupan kita.‎

Pahala Yang Menanti

Saudaraku, kita hidup di dunia sebagai khalifatullah, pengemban dakwah Ilahi. Maka seorang ‎khalifah tidak boleh kendor dari semangat untuk berdakwah dan berjihad menegakkan syariat ‎Allah Ta’ala. Dan sangat na’if, jika mundur kebelakang dan mengikuti arus orang-orang awam. ‎Bahkan, mengikuti jalan-jalan kebatilan yang benar-benar Allah Ta’ala dan Rasul-Nya pungkiri.‎

lngatlah saudaraku, bahwa para penggenggam bara tersebut akan mendapatkan pahala yang besar ‎di akhirat nanti sebanding dengan beratnya ujian yang ia hadapi. Bukankah Rasulullah Saw ‎pernah bersabda:‎

إِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ، الْمُتَمَسِّكُ فِيهِنَّ يَوْمَئِذٍ بِمِثْلِ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ لَهُ كَأَجْرِ خَمْسِينَ مِنْكُمْ» ، قَالُوا: يَا نَبِيَّ اللهِ، أَوَمِنْهُمْ؟ قَالَ: بَلْ مِنْكُمْ

‎“Akan datang sesudah masa kalian nanti hari-hari penuh ujian yang menuntut kesabaran. Pada ‎saat itu, orang yang berpegang teguh dengan apa yang kalian pegangi saat ini akan mendapat ‎pahala lima puluh orang di antara kalian.” Para shahabat bertanya,”Ya Rasulullah, apa bukan ‎pahala lima puluh orang di antara mereka.?” Beliau menjawab, ”Bukan. la mendapatpahala ‎lima puluh orang di antara kalian.” (HR. Ath-Thobroni: 289)‎

Saudaraku, di hadapan kita hanya ada dua pilihan; kendur, patah semangat dan tidak bersabar ‎untuk mencari keselamatan dunia, atau tetap bersemangat, bersabar, melanjutkan risalah Islam ‎dan istiqamah untuk mencari keselamatan akhirat.‎

Semoga Allah Ta’ala Rabb yang Maha Segalanya, membimbing kita di jalan-Nya dan ‎memberikan ke-istiqomah-an di hati kita dalam mengemban dakwah Ilahi ini, amin. Wallahu ‎‎‘alam

Penulis: Ibnu Jihad

Editor  : Ibnu Alatas