Jalan Panjang Menuju Khilafah Rasyidah

Khilafah Rasyidah
Khilafah Rasyidah

An-Najah.net – Pasca era kolonialisme, para penjajah berhasil menempatkan kader-kader lokalnya untuk mengamankan agenda ekonomi dan menghalangi umat Islam kembali kepada sistem politik khilafah, sehingga terjadi benturan internal sama agama, sama bahasa, sama warna kulit, sama etnis.

Ketika Uni Sovyet melakukan invasi langsung ke Afghan,harokah jihad berkesempatan bertarung vis a vis dan mengalahkannya. Setelah itu berhadapan langsung dengan AS dan barat sejak serangan mujahidin terhadap menara kembar WTC.

Sekarang ini Ash-Shohwah al-Islamiyah al-Jihadiyah al-‘Alamiyah, menemukan kondisi baru di luar skenario mereka, Arab Spring. Dunia Arab telah lama mengalami ketertindasan oleh para penguasa zhalim yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak peduli terhadap rakyat dandien-Nya. Kini rakyat yang tertindas itu berani menentang penguasa-penguasa tersebut apapun ongkos yang dituntut.

Baca juga : Hambatan Wujudnya Kembali Khilafah

Puluhan ribu nyawa melayang untuk membeli kebebasan dan menolak kembalinya penindasan. Meskipun revolusi ‘Arab Spring’ itu sendiri tidak berbuah langsung kembalinya masyarakat muslim Arab kepada syari’at Allah, tetapi anarkhisme yang timbul sesudah runtuhnya pusat-pusat kekuasaan dan beking di belakangnya, membuka kesempatan abnaa’ ash-shohwah al-Islamiyah al-jihadiyahuntuk masuk dan memainkan perannya.

Abdullah bin Muhammad dalam beberapa ‘memo strategis’-nya kepada Syaikh Usamah bin Ladin rohimahulLoh  setelah keberhasilan revolusi Mesir menumbangkan Mubarak, (meskipun memo itu akhirnya tidak sampai karena beliau gugur) menyampaikan analisis menarik disertai prediksi keadaan ke depan setelah ‘Arab Spring’.

Beliau menganalogikan keadaan setelah Arab spring akan serupa dengan Yatsrib setelah perang Bu’ats dimana para pembesar Aus dan Khazraj meninggal, keadaan vacuum of power, keseimbangan rusak dan membuka jalan bagi tenaga muda yang bisa memimpin dan mampu untuk tampil mengisi kekosongan.

Keadaan chaos dan anarkhi pasca runtuhnya pusat-pusat kendali kekuasaan, membuka peluang untuk Ash-Shohwah al-Islamiyah al-Jihadiyah al-‘Alamiyah membentangkan peta dan mulai menentukan di titik mana Khilafah Rasyidah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah jilid II akan menancapkan benderanya. Syarat-syarat untuk berdiri, mempertahankan diri dari serbuan musuh, tumbuh berkembang, mendapatkan legitimasi umat Islam, kemudian mengalahkan musuh dalam pertarungan hidup-mati mempertahankan eksistensi, ditetapkan berdasarkan nubuwah RasululLah dan kajian empirik berdasarkan akal sehat.

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 90 Rubrik 90

Editor : Abu Khalid