Jangan Biarkan Ramadhanmu Sia-Sia

Ramadhan

An-Najah.net – Jangan sampai kita disesali oleh para penghuni kubur. Marhaban ya Ramadhan. Itulah rangkaian kata yang sering diucapkan sebagian umat Islam di Indonesia. Ketika mendekati bulan Ramadhan, mereka akan saling mengucapkan “Marhaban Ya Ramadhan”. Bahkan seiring berkembangnya teknologi komunikasi dan media sosial, penggunaan kalimat itu pun seringkali terlihat baik  dalam bentuk tulisan maupun gambar.

Saudaraku, tak terasa bulan Ramadhan yang mulia dan agung sudah di pelupuk mata. Disaat Allah Ta’ala memperbesar pahala dan membuka pintu-pintu kebaikan bagi orang-orang yang menginginkannya.Bulan yang penuh keberkahan, bulan yang penuh dengan ampunan. Perlu kesiapan mental yang matang dan kejernihan hati tuk menyambutnya

Apakah Kita Tidak Bangga

Apakah kita tidak bahagia ketika Rasulullah Saw mengkabarkan keutamaan Ramadhan, beliau bersabda:

«إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ»

Jika telah datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu” )Muslim: 1079)

Dan dalam riwayat lain beliau menambahkan:

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ. وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَ ذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi no. 682)

Apa maksud dari dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka dan dibelenggunya setan. Syaikh ‘Utsaimin ra menjelasakan “Pintu-pintu surga dibuka maksudnya untuk memperbanyak amal saleh, dan sekaligus untuk memotivasi umat islam agar melakukan kebaikan. Pintu-pintu neraka ditutup karena sedikitnya maksiat yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman. Setan-setan diikat dan dibelenggu, tidak dibiarkan lepas seperti di bulan-bulan selain Ramadhan.”  (Syaikh ‘Utsaimin Majaalisu Syahri Ramadhan, hal. 6)

Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, di bulan mulia ini pintu-pintu surga dibuka. Inilah kesempatan emas untuk memperbanyak amalan kebaikan. Banyak sekali amalan kebaikan yang bisa diamalkan di bulan ini, peluang untuk menambah pundi-pundi pahala pun terbuka lebar.

Di siang hari melaksanakan kewajiban puasa, tilawatul Qur’an dilanjutkan dengan shalat tarawih di malam harinya. Bersedekah di bulan ini sangat dianjurkan, termasuk juga memberi makan orang yang berbuka. Melaksankan sahur pun juga bisa mendapat tambahan berkah.

Dan disalah satu malamnya terdapat lailatul qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di akhir malam setiap Ramadhan. Jika dikalkulasi kurang lebih 83 tahun 3 hari atau 4345 (empat ribu tiga ratus empat puluh lima) pekan.

Boleh Jadi, Ini Ramadhan Terakhir Kita

Pembaca yang dirahmati Allah, bulan yang penuh keberkahan dan kebaikan  ada di hadapan kita. Akankah kita menyia-nyiakannya? Boleh jadi, Ramadhan kali ini merupakan Ramadhan terakhir bagi kita. Tidak ada yang bisa menjamin kita akan berjumpa dengan Ramadhan tahun berikutnya.

Apakah kita akan menyia-yiakan kesempatan ini, apakah kita masih yakin akan bisa berpuasa sebulan penuh, apakah kita yakin bertemu bulan ini di tahun depan, apakah kita akan menunggu nyawa dikerongkongan kita?

Jikalau Allah Ta’ala masih memberi nikmat berupa kesempatan bisa berjumpa di Bulan Ramadhan maka harus kita manfaatkan semaksimal mungkin dengan target-target yang telah kita rencanakan sebelum Ramadhan itu datang.

Penyesalan Si Mayit

Karena, sekarang orang-orang selain kita dari para penghuni kubur, yang dahulunya bersama kita di bulan Ramadhan yang lalu. Mereka (mayit) berkeinginan, sekiranya mereka bisa keluar dari kubur (dibangkitkan kembali) untuk mendapatkan satu malam di Bulan Ramadhan.

Maka, jika ada seorang muslim yang berniat tidak memanfaatkan Bulan Ramadhan, maka bisa dibilang “aneh”. Apakah kita tahu, bahwa sekarang ada banyak manusia dari pada penghuni kubur yang menyesal. Mereka menyesali, satu malam dari masa kehidupannya yang ia lalaikan, maka bagaimana dengan malam-malam bulan Ramadhan.

Malam itu sangatlah agung, mulia yang mana tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang yang telah kehilangan. Tidak ada yang mengetahui (keagungannya) kecuali para ahli kubur. Jikalau Allah Ta’ala mentakdirkan bagi para penghuni kubur bagi mereka dikeluarkan (dari kuburnya). Maka sungguh setiap dari mereka akan berkata kepada kita (yang masih hidup), “Jangan pernah kau menyia-yiakan satu detik pun dari bulan Ramadhan.

Saudaraku, bukan satu hari, bukan dua hari, bukan tiga hari, bukan puluhan hari. Akan tetapi satu detik dari Bulan Ramadhan. Karena mereka sangat mengetahui kemuliaan Bulan Suci Ramadhan.

Marilah kita upayakan Ramadhan tahun ini dengan semaksimal mungkin, bisa jadi Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir kita. Beningkan hati seperti XL, dapat berpikir luas seperti SIMPATI dan MENTARI (tidak gampang menyalahkan), memberi maaf secara cuma-cuma seperti AS, memberi banyak kesempatan seperti IM3, murah senyum seperti JEMPOL dan yang paling penting kita dapat berpikir cerah seeprti MENTARI. Sebelum cahaya Illahi dipadamkan, sebelum langit runtuh, sebelum pintu taubat tertutup, sebelum malaikat menjemput.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan keistiqomahan kepada kita untuk mamaksimalkan amal shalih. Sehingga kita keluar sebagai alumni yang diinginkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Amin, Wallahu ‘alam

Penulis: Ibnu JIhad

Editor: Abu Mazaya