Jemaat Ahmadiyah Tetap Jalankan Aktivitas, Meski Telah Disegel Pemkot Bekasi

Demo pembubaran Ahmadiyah
Demo pembubaran Ahmadiyah (suara pembaruan)

BEKASI (an-najah) – Jemaat Ahmadiyah Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi Jawa Barat, melakukan aktivitas seperti biasa pasca pelarangan oleh Pemkot Bekasi beberapa hari lalu.

“Kami tetap melakukan kegiatan seperti biasa, Sholat lima waktu dan Sholat Jumat di masjid kami. Tidak berpengaruh dengan pelarangan oleh Pemkot Bekasi,” ujar Humas Ahmadiyah Jatibening, Deden Sudjana, Jumat (15/2) seperti dikutip dari beritasatu.

Menurut Deden, Jemaat Ahmadiyah Jatibening tidak kendur semangat ataupun berkurang jumlahnya pascapelarangan kegiatan oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi berniat membentuk Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Masjid Al-Misbah, milik Jemaat Ahmadiyah Jatibening. Langkah ini sebagai salah satu upaya pembinaan bagi Jemaat Ahmadiyah.

Pembinaan dan pengarahan yang dilakukan oleh MUI selama ini adalah mengajak dialog dan berdiskusi. Namun, MUI Kota Bekasi mesti mengalah lantaran pihak Ahmadiyah terus bersikukuh untuk menggunakan khatib dan imam dari mereka bukan dari MUI.

Sekretaris Umum MUI Kota Bekasi, Sukandar Ghazali, menyatakan, sejak 2012 lalu sudah dilakukan dialog dan sholat Jumat bersama. “Kendala utama dalam pembinaan dan pengarahan Jemaat Ahmadiyah karena mereka sulit melepaskan keyakinan mereka. Di depan kami mereka setuju mengikuti imbauan MUI tapi di belakang kami mereka tetap saja menjalankan ajaran mereka. Ini kan aneh, seperti sandiwara,” imbuh Sukandar Jumat (15/2).

MUI Kota Bekasi sudah melakukan langkah-langkah persuasif melalui dialog dan diskusi. Selain itu, secara perlahana-lahan MUI dan KUA setempat terus berupaya untuk mengadakan pengajian-pengajian di Masjid Al-Misbah dengan mengundang warga sekitar dan Jemaat Ahmadiyah.

MUI Kota Bekasi juga akan merangsang pembentukan DKM di Masjid Al-Misbah. ”Ini sebagai upaya penyelamatan warga sekitar dari penyebaran paham Ahmadiyah. Intinya, MUI Kota Bekasi secara perlahan dan pendekatan persuasif akan mengendalikan Jemaat Ahmadiyah melalui pembinaan,” ujar Sukandar. [benji/SP]