Jika Manisnya Ibadah Tergapai

Manisnya Ibadah

An-Najah.net – Sejarah islam dipenuhi kisah orang-orang shalih yang telah merasakan manisnya ibadah. Berikut contohnya:

1. Rasulullah SAW adalah manusia suci yang berhasil merasakan manisnya ibadah. Shalat misalnya, sahabat Anas bin Malik berkata, Rasulullah SAW bersabda, ”Perhiasan dunia kalian yang tampak indah di mataku adalah wanita dan minyak wangi. Dan dijadikan shalat sebagai penyejuk hatiku.” (HR. Ahmad & An-Nasa’i)

Maka di saat beliau merasakan penat dan lelahnya beraktifitas, beliau berkata kepada Bilal, ”Bangunlah wahai Bilal, istirahatkan kami dengan shalat.’ (HR. Ahmad & Abu Dawud)

2. Tentang kenikmatan shalat tahajjud, ada contoh dari ulama kita yang bernama Umar bin al-Munkadir. Beliau sangat semangat dalam menghidupkan malam harinya dengan tahajjud.

Saking semangatnya sampai-sampai ibundanya berkata, ‘saya ingin sekali melihat kamu tidur di malam hari (walau sesaat)! Beliau pun berkata kepada ibunya, ‘Wahai bunda, demi Allah, sesungguhnya malam itu selalu datang, lalu ia pergi lagi, sedang aku belum menuntaskan keinginanku pada malam itu (untuk shalat sepuasnya)?

3. Kenikmatan tilawah Al-Qur’an. Untuk ibadah ini kita bisa meneladani sahabat Utsman bin Affan, beliau berkata, ”jika hatimu suci, tentu engkau tidak pernah puas membaca Al-Qur’an! Kenikmatan berinfaq pun telah dicontohkan oleh menantu Rasulullah SAW ini.

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 115 Rubrik Tema Utama