Kantor Taliban di Qatar Menunjukkan Kekalahan Perang AS di Afghanistan

Kekalahan Washington dalam perang Afghanistan telah memaksa pemerintah AS untuk beralih ke perundingan dengan Taliban, seorang pejabat Afghanistan mengatakan kepada Press TV.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Press TV, seorang anggota Dewan Perdamaian Tinggi Afghanistan Muhammad Akbari mengatakan AS telah gagal untuk menepati janji membawa perdamaian dan keamanan ke Afghanistan setelah satu dekade perang di negara itu.

Dia menambahkan bahwa pembicaraan AS dengan Taliban juga bertujuan untuk melemahkan pemerintah Presiden Afghanistan Hamid Karzai.

Selama lebih dari setahun, konon AS dan Taliban telah diam-diam menegosiasikan pembukaan kantor Taliban di Qatar sebagai imbalan bagi pembebasan petinggi Taliban yang mengalami penahanan di Jerman dan Qatar.

Belum segera jelas kapan kantor akan dibuka, dan ada juga kemungkinan akan ketidaksepakatan tentang peran pemerintah di Kabul.

Presiden Afghanistan sendiri dilaporkan di bawah tekanan dari Gedung Putih agar mau menerima usulan AS untuk membiarkan Taliban mendirikan sebuah kantor di luar Afghanistan.

Sementara itu, Dewan Perdamaian Tinggi telah memperingatkan ada kekuatan asing yang terlibat dengan Taliban Afghanistan tanpa persetujuan dan menegaskan kantor hanya boleh digunakan untuk melakukan negosiasi.