Karakter Bangsa Yahudi Menurut Al Qur’an

Kekejaman Yahudi di Al Aqsha
Kekejaman Yahudi di Al Aqsha

An-Najah.net – Penjajahan Zionis Israel atas Palestina adalah sebuah kejahatan. Bahkan penjajahan ini dilakukan secara koalisi antara Yahudi dan Salibis. Terbukti saat ini Donald trump, Presiden As merestui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Keputusan presiden As ini tidak bisa diterima oleh umat Islam juga agama diluar Islam. Peristiwa ini telah melukai hati kaum muslimin. Sehingga mengun

dang berbagai aksi penolakan sebagai wujud solidaritas sebagai umat yang satu.

Namun, memang karakter bangsa Israel tidak berubah, mereka telah mewarisi sifat generasi pendahulunya yang senantiasa suka berbuat kerusakan. Peristiwa ini menyadarkan kita akan sifat, watak dan karakter Yahudi tidak berubah.

Al Qur’an Membongkar Kedok Yahudi

Al Qur’an jauh hari sudah menjelaskan kepada kita akan karakter bangsa Yahudi. Bahkan kita dalam Surat Al Fatihah senantiasa berdoa supaya senantiasa diberikan keistiqamahan di atas Shiratal Mustaqim yaitu Islam. Dan kita minta terjaga jangan sampai mengikuti  golongan yang di murkai Allah yaitu Yahudi, serta golongan yang tersesat yaitu Nasrani. Baca Juga (Al Quds Milik Umat Islam)

Berikut ini diantara bukti-bukti wahyu Allah yang membongkar kejahatan Yahudi kepada Manusia, bahkan kepada Allah Sang Pencipta dan Penguasa dan Pengatur kehidupan manusia.

Pertama, Bangsa Yahudi Melecehkan Allah

Allah Swt berfirman :

وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ

“Orang-orang Yahudi berkata, “Tangan Allah Terbelenggu” sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakana itu. (Tidak demikian), tetapi kedua tangan Allah terbuka. Dia menafkahkan sebagaimana dia kehendaki….(Qs. Al Maidah : 64)

Dalam ayat ini dijelaskan laknat Allah akan menimpa orang-orang Yahudi sampai hari kiamat, disebabkan ucapan mereka yang melecehkan Allah Swt. Mereka menuduh tangan Allah terbelenggu maksudnya adalah Allah kikir dan enggan mengaruniakan nikmat-Nya kepada manusia disebabkan oleh rasa bakhil pada diri Allah.

Kedua, Bangsa Yahudi Melecehkan Malaikat

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ (97) مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ (98)

Katakanlah, “Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur’an) kedalam hatimu dengan seizin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.(97) Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, Malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. (Qs. Al Baqarah : 97 – 98)

Sebab turunnya ayat ini, menurut Imam Ath Thabari adalah sebagai bantahan atas perkataan orang-orang Yahudi bahwa malaikat Jibril adalah musuh mereka sedangkan malaikat Mikail adalah kawan mereka.

Ketiga, Bangsa Yahudi Mendustakan dan Membunuh Para Nabi dan Rasul

Apabila terhadap Allah dan para malaikat-Nya saja bangsa Yahudi berani melecehkan, tidak aneh lagi bila mereka juga berani berbuat lancang kepada para nabi dan rasul. Mereka mendustakan ajaran para nabi dan rasul, bahkan menyakiti dan membunuh sebagian nabi dan rasul.

Allah Swt berfirman :

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ

“Dan sesungguhnya kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul dan telah kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putra Maryam dan kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombongkan diri. Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?” (Qs. Al Baqarah : 87)

Keempat, Bangsa Yahudi Mengubah Isi Kitab Suci

Hal itu mereka lakukan dengan melakukan penambahan, pengurangan, dan pengubahan Taurat, Zabur, dan kitab-kitab suci yang diturunkan Allah kepada mereka. Bahkan, mereka menulis buku sendiri yang penuh dengan hawa nafsu, yang mereka klaim sebagai wahyu Allah dan kitab suci.

Diantara buku tulisan tangan para pemimpin dan pendeta Yahudi adalah kitab Talmud, yang mereka posisikan sebagai kitab pedoman hidup mereka. Allah Swt berfirman :

فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis al kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (Qs. Al Baqarah : 79)

Kelima, Bangsa Yahudi Biasa Menyembunyikan Kebenaran Islam

Allah Swt berfirman :

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampuradukkan yang haq dengan yang batil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? (Qs. Ali Imran : 71)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan kalian (Ahli kitab) menyembuyikan sifat-sifat Nabi Muhammad yang terdapat didalam kitab-kitab mereka, padahal kalian mengetahui dan menyaksikan kebenarannya.

Keenam, Bangsa Yahudi adalah Bangsa Yang Gemar Berbuat Dosa Dan Kerusakan Lewat Perkataan Dan Perbuatan Mereka

Allah Swt berfirman :

وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (62) لَوْلَا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

“Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu. Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. (Qs. Al Maidah : 62 – 63)

Demikianlah sekelumit perilaku buruk bangsa Yahudi yang dijelaskan dalam Al Qur’an. Dengan sifat jahat yang ada pada mereka yang turun-temurun dari nenek moyang mereka sejak ribuan tahun yang lalu. Tidak heran apabila kini Yahudi berusaha untuk membentuk Negara Zionis Israel.

Mereka menutup mata, telinga dan hati dari kecaman masyarakat dunia yang memprotes kebiadaban invasi militer Israel ke wilayah Palestina. Jangankan PBB, terhadap Allah saja bangsa Yahudi berani menentang.

Islam sebagai agama solusi sudah mengajarkan kepada kita. Untuk menghentikan penjajahan Israel atas Palestina ketika bahasa kecaman, protes dan resolusi sudah tidak diperhatikan. Maka umat islam harus memakai  jihad. Sebagaimana cara ini telah ditempuh oleh Rasulullah Saw secara efektif untuk menghancurkan kekuatan Yahudi Bani Quinuqa’, Nadhir, dan Quraidhah ketika mereka berhianat kepada umat Islam. Maka Ambillah pelajaran sejarah masa lalu, wahai orang-orang yang mempunyai hati dan akal sehat.

Penulis : Anwar Abu Khalid

Editor : Ihsan