Kebangkitan Al Qaeda Generasi Ketiga


2013-09-10 09_01_39-Syamina Edisi IV_Agustus 2013

Apakah Al Qaeda kini telah kalah? Ataukah malah lebih kuat dari sebelumnya? Atau justru keduanya?

Para analis terorisme belum bisa sepakat atas jawaban dari pertanyaan di atas. Nasib Al Qaeda banyak diperdebatkan sejak tewasnya Usamah bin Ladin dua tahun yang lalu. Beberapa menganggap jaringan yang dibentuk di Peshawar, Pakistan, pada akhir 1980-an tersebut, sebagai kekuatan yang semakin pudar, namun sebagian percaya bahwa Al Qaeda tetaplah ancaman utama dalam beberapa masa ke depan.

Ancaman serangan dari AQAP, yang mengakibatkan penutupan sejumlah kedutaan besar AS dan Barat di wilayah Arab dan Asia Selatan beberapa waktu yang lalu, membuat debat ini mengemuka kembali.

Wall Street Journal melaporkan bahwa, “barangkali kepemimpinan Al Qaeda pusat berhasil dilemahkan, namun kelompok tersebut berhasil bermetamorfosis menjadi entitas yang lebih kecil dan menyebar, yang membuat ancaman mereka menjadi lebih susah untuk diprediksi dan dilacak.”

Sedangkan the Telegraph menyebut Al Qaeda “saat ini sedang mengalami kebangkitan” setelah terjadinya aksi penjebolan penjara (prison breaks) di Irak, LIbya dan Pakistan. Ancaman terakhir yang memicu penutupan kedutaan besar di 19 negara merupakan sebuah wake-up call.

Peter King, mantan kepada Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat berkata kepada BBC bahwa, “Al Qaeda, dalam banyak hal, sekarang lebih kuat dibanding sebelum 911, karena mereka kini telah bermutasi dan menyebar dalam berbagai arah yang berbeda.”

Baca selengkapnya di Buletin Syamina Edisi Agustus 2013.