Kebangkitan Islam Itu, Sedang Menggelora

Aksi 212 di Monas
Aksi 212 di Monas
    Aksi 212 di MonasAksi 212 di Monas

An-Najah.net – Pagi tadi, (Senin 25 Desember 2017), saya diberi kesempatan untuk bersilaturrahim ke saudara-saudari saya seiman. Ikhwan-Akhwat di Lampung.

Acara silaturahmi, dalam menguatkan ukhuwah Islamiyah ini, dibingkai dalam acara kajian bersama saya dan Ustadz-inspirator muda berwajah mandarin, Ust Felix Siauw.

Tema yang diangkat oleh panitia dari MADINA Cab Lampung yang bekerja sama dengan Takmir Masjid AlHikmah, sangat menarik dan inspiratif. Yaitu, #AlQuds atau #Yerusalem, Kenapa, Ada Apa dan Harus Bagaimana?.

Kajian yang dibanjiri kurang lebih 2500, peserta ini, sangat menggembirakan saya. Dan saya yakin, peserta merasakan kegembiraan dan semangat yang sama.

Buktinya, di pertengahan dan di pengunjung acara, selalu disambut dengan lantunan kalimah thoyyibah, Laa Ilaaha Illa Allah (لا إله إلا الله ). Semangat nya mereka juga bisa dilihat dari wajah-wajahnya yang antusias.

Semangat kebersamaan begitu terasa. Keinginan membangun ukhuwah Islamiyah dengan baik dan kuat, sedang menyala-nyala di ubun mereka. Tentu juga pada muslimin lainnya. Bukan sekedar di Lampung.

Hal ini terasa semarak pasca #aksi212. Diperkuat dengan #reuni212 beberapa waktu lalu di Monas. Pertanyaan maupun pernyataan peserta di kajian tadi, dan di kajian-kajian lainnya, terus terang ingin membangun ukhuwah Islamiyah. Mengabaikan perbedaan-perbedaan furu’iyyah dan latar belakang ormas yang diikuti.

Semangat ngaji yang Islami dan membangkitkan gairah keislaman, kian terasa. Masyarakat muslim sudah cerdas memilih; mana kajian dan ustadz yang mencerdaskan, yang jujur menyampaikan Islam apa adanya, sesuai contoh Rasulullah SAW, dan para sahabat, dan mana yang mengisi sesuai pesanan, serta tukang lawak.

Saya merenungkan dan menulis ini dengan smartphone saat menunggu pesawat Delay di Raden Intan, lalu saya lanjutkan saat transit di Soekarno-Hatta, menunggu pesawat delay juga.

Di ruang tunggu pesawat, baik di Lampung maupun di Cengkareng, saya menyaksikan banyak hal yang menggembirakan dan meyakinkan saya tentang kesimpulan dalam judul di atas, bahwa Kebangkitan Islam Sedang Menggelora.

Tanpa sengaja, saya melihat seorang anak muda yang tampangnya sama sekali tidak menunjukkan orang ngaji, apalagi aktivis pergerakan. Justru, lebih mendekati anak punk.

Ia sedang asyik menikmati beberapa youtube islami, mendengarkan ceramah seorang Ustadz yang lagi naik daun, dan sempat ditolak di beberapa tempat karena menyuarakan Islam dengan jujur, menjelaskan konsep bernegara Islam yang benar, dan juga tegas menjelaskan alwala’ wal baro’.

Tak jauh dari tempat duduk saya, terdengar suara murottal dari smartphone salah seorang bapak, yang bersama dengan keluarga. Melihat kondisi keluarganya yang membersamai beliau, juga tak tampak beliau seorang aktivis atau orang ngaji aktif. Apalagi garis keras atau radikal.

Demikian juga saat kita mampir shalat di musholla-Musholla yang tersedia di Bandara, terminal, atau stasiun. Terlihat dijubeli usia-usia muda. Dimana mereka adalah penggerak utama sebuah masyarakat.

Indonesia Memimpin Peradaban?

Saya semakin, bahwa kebangkitan Islam sedang terjadi di negeri ini. Apalagi jika mendengar penuturan Ustadz Felix, dalam kajian tadi, bahwa seorang ulama Palestina punya fisarat, bahwa kebangkitan peradaban Islam, besar kemungkinan dari Timur, yaitu Indonesia.

Kalimat yang sama saya dengar langsung dari seorang mujahid kawakan, bahwa Syaikh Abu Mushab Az-Zarqowiy RHM, – Pimpinan Mujahidin Iraq, yang sudah syahid, akibat rudal Amerika, – mengatakan hal yang sama.

“Thaifah al-Manshuroh, besar kemungkinan dari masyriq (Timur). Yaitu dari Indonesia. Sebab, negeri muslim lain sudah pernah memimpin peradaban. Sementara Indonesia belum pernah, giliran Indonesia memimpin peradaban Islam akan segera tiba.” kurang lebih demikian firasat sang Syahid.

Faktor kebangkitan Islam di negeri ini mulai terlihat, yaitu:

Pertama: Semangat persatuan yang diserukan oleh Ulama Indonesia seperti, Ust Ahmad Farid Oqbah, Bachtiar Nashir, Zaitun Rasmin, Adi Hidayat, Abdus Shomad, Felix, Abu Rusydan, Mu’inudinillah, dan selainnya yang yang tidak bisa saya sebut satu persatu.

Kedua: Semangat Jihad, yang tidak tabu lagi disuarakan. Baik oleh jihadis, ikhwani, bahkan nahdhiyyin kultural.

Dan jika merujuk kepada sejarah pembebasan #AlQuds #Yerusalem pada zaman Imadudin Zanky, Nuruddin Zanki dan Shalahuddin Al-ayubi, maka kita akan mendapati kebangkitan dan penaklukkan itu dimulai dari dua hal di atas. Itu juga yang digelorakan oleh Imadudin Zanky, pelopor kebangkitan.

Allah SWT menjelaskan dalam firman Nya:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (Qs. Ali ‘Imran : 103)

Tentang meraih kemenangan dengan jihad, Allah SWT menjelaskan:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Qs. Al-Baqarah : 218)

Semoga Allah menjaga umat Islam ,Ulama-ulama, dan Pemimpin-pemimpin muslim yang beriman, di negeri ini, dan di tempat lainnya.

Dan semoga saya dan Anda wahai saudara-saudariku bisa berperan dengan ikhlas dalam kebangkitan Islam di negeri tercinta ini. Aamiin ya Robbal Alamin.

Penulis : Mas’ud Izzul Mujahid

Editor : Anwar