Kebodohanmu Membuatmu Tersesat

Kebodohanmu membuatmu tersesat
Kebodohanmu membuatmu tersesat

An-Najah.net – Biarlah beta mengungkap kata. Agar manusia bisa menangkap fakta. Kebenaran harus diungkapkan nyata, walau resiko akan menimpa raga.

Jika kamu merasa tak tahu. Janganlah bermain kata yang menista dirimu. Apalagi tentang syariat suci Robb-ku.Bukankah dirimu, tak berilmu.

Membandingkan konde dengan cadar. Lalu berpuisi, menghina cadar. Itu tanda kebodohan yang pekat bak buah lontar.

Jika kamu merasa tidak tahu syariah. Seharusnya kamu duduk bersimpuh, berakhlak karimah. Mengaji Islam dengan hati tenang, Bukan dengan hati benci, galau nan gundah.

Jika adzan, kau rasakan menyiksa. Wahyu langit mengabarkan, hanya setan dengan adzan, tersiksa. Ketahuilah, Adzan adalah dzikir, yang menenangkan jiwa, membangkitkan asa.

Kidung engkau banggakan, cadar dan adzan kau nistakan. Kabar langit menegaskan, bahwa penista syariat adalah munafik yang bergentayangan.

Memang lidahmu tak berulang. Kamu pun merasa bebas menista, dan mencaci untuk sekepok uang. Tapi, ragamu akan ditimbun tanah kuburan. Lidahmu akan kaku, dimakan cacing tanah yang kelaparan.

Orang bilang, ini pengalihan isu. Banyak petinggi partai banteng, terimbas korupsi. E-KTP yang melibatkan elit partai. Tapi, bagaimanapun, puisimu telah menusuk hati.

Penulis : Mas’ud

Editor : Anwar