Kemenlu RI Tolak Usulan Hamas Buka Kantor Di Jakarta

Direktur Jenderal Multilateral Kemlu RI, Hasan Kleib
Direktur Jenderal Multilateral Kemlu RI, Hasan Kleib

Jakarta (An-najah.net) – Usulan Hamas membuka kantor di Jakarta menuai tanggapan ada yang setuju dan yang menolak. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI tegas menolak akses untuk Hamas mendirikan kantor perwakilannya di Indonesia. Sebab yang diakui pemerintah RI adalah Negara Palestina, bukan faksi-faksi di negara tersebut.

Namun hal ini berbeda dengan Negara tetangga, Malaysia. Hamas sendiri sudah membuka kantor perwakilannya di Malaysia ada sejak empat tahun lalu.

“Jadi, Kedutaan Palestina di Jakarta itu sudah mewakili seluruh bangsa dan rakyat Palestina,” kata Direktur Jenderal Multilateral Kemlu RI, Hasan Kleib, dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Senin (1/12/2014). Seperti dikutip dari tribunews.

Hasan menilai kelompok-kelompok di negara Palestina merupakan persoalan negera tersebut. Meski begitu, lanjut dia, pihaknya tak mempermasalahkan Hamas masuk ke dalam Kedutaan Palestina.

“Negara Indonesia hanya mengakui negara bangsa Palestina yang diwakili Kedubes di Jakarta. Bahwa ada perwakilan unsur dari kedutaan, ya silahkan saja. Tapi tidak secara terpisah membuat kantor perwakilan (Hamas),” tegasnya.

Menteri Luar Negeri sendiri, kata Hasan, akan memberikan pandangan yang sama bila DPR meminta penjelasan terkait hal tersebut. Sebab, kata Hasan, Indonesia tidak memihak kepada salah satu faksi, melainkan memihak pada pemerintah yang resmi.

“Pokoknya kami tidak bisa mendukung, karena bagi kami Kedubes Palestina sudah mewakil seluruh rakyat dan Bangsa Palestina. Apakah itu dari Faksi manapun, yang penting rakyat Palestina,” imbuhnya.

Jumat lalu, DPR RI didatangi oleh delegasi Hamas. Mereka meminta ijin DPR membuka kantor perwakilan Hamas di Jakarta. (Anwar/annajah)