Kenapa Harus Muslim Kaffah?

Menjadi Muslim Kaffah
Menjadi Muslim Kaffah

An-Najah.net – Menjadi orang muslim itu adalah nikmat dari Allah Swt. Sebagai orang muslim sudah seharusnya taat dan tunduk patuh kepada aturan-aturan Allah secara Kaffah. Allah Swt melarang kita mengikuti jalan-jalan selain islam.

Ada banyak alasan kenapa harus menjadi Muslim Kaffah, diantaranya adalah;

Pertama: Perintah Allah SWT dan bukti iman.

Para ulama tafsir menjelaskan, ketika ada panggilan Allah SWT dalam sebuah ayat, berarti perintah-larangan dalam ayat tersebut, adalah perkara yang sangat urgen.

Tidak mungkin Allah SWT memanggil hamba-hamba-Nya, lalu perintah yang terkandung di dalamnya remeh. Ayat 208 surat al-Baqarah di atas, adalah panggilan khusus kepada orang-orang beriman.

Mentaati perintah di ayat tersebut adalah bukti wujudnya iman dalam hati. Sementara, penolakan terhadap syari’at-Nya, bukti hilangnya iman dalam hati.

Iman adalah perkara yang abstrak, tidak bisa dilihat. Ia berada dalam hati. Namun bisa dibuktikan ada-tidaknya, dengan penerimaan yang totalitas terhadap syari’ah.

Allah SWT menyebut orang-orang yang enggan tunduk kepada syari’ah yang dibawa oleh Rasulullah SAW sebagai orang yang mengikuti hawa nafsu. Ia SWT berfirman;

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللهِ إِنَّ اللهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesung- guhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Qs. Al-Qashash: 50)

Dalam setiap perintah Allah SWT pasti ada kebaikan, dan pada setiap larangan-Nya, pasti larangan itu buruk bagi seorang hamba. Allah hanya menginginkan kemudahan dan kebaikan bagi para hamba-Nya. Termasuk dalam perintah menjadi muslim kaffah.

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Qs. Al-Baqarah: 185)

Kedua: Jaminan Kebahagiaan Dunia-Akherat.

Kebahagiaan dan keselamatan abadi hanya ada pada keimanan dan keteguhan memegang syari’at Allah SWT. Baik akidah, akhlak, ibadah, mu’amalah dan semua syari’at lainnya.

Rasulullah SAW menjelaskan, hanya jiwa beriman yang bisa memasuki surga. Beliau SAW bersabda;

وَلَا يَدْخُلُ الجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُؤْمِنَةٌ،

“Tidak akan masuk surga, kecuali jiwa yang beriman.”. (HR. Tirmidzi)

Orang yang beriman adalah orang-orang yang tunduk kepada perintah dan larangan Allah SWT. Apapun perintah tersebut. Kemudian, dia yakin dan tenang dalam ketundukan tersebut. Allah SWT berfirman;

يَاأَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.”, (Qs. Al-Fajr: 27-28)

Imam Abu Su’ud menulis tafsir ayat ini, “Yaitu jiwa yang tenang tatkala kembali kepada kebenaran, yang sampai pada keyakinan kuat. Dimana tidak ada keraguan sama-sekali.” (Iryadul ‘Aql, tafsir surat al-fajr)

Ketiga: Sebab Islam Maha Sempurna.

Ideology dan ajaran yang berhak mendapatkan loyalitas penuh, dan ditaati secara totalitas, hanyalah ajaran yang sempurna, bersih dari segala unsur syahwat dan syubhat. Sempurna, universal, logis, sesuai fithroh, dan tidak ada kontradiksi.

Ideology dan ajaran ini hanya didapatkan dari sang Pencipta. Yang Maha Segala-galanya. Yang tidak membutuhkan apapun di dunia ini, dan tidak membutuhkan siapapun dari makhluk-Nya. Inilah ajaran Islam, idelogi langit, yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Adil.

Islam, lengkap tanpa ada kecacatan. Menyeluruh di setiap zaman. Cocok dalam segala kondisi. Berlaku umum bagi seluruh manusia, dari bangsa manapun. Adil, tidak memihak manapun; tidak membedakan kaya-miskin, pejabat-rakyat, bahkan keturunan nabi-apa bukan.

Allah SWT menjelaskan karakter dan keindahan Islam ini dalam banyak ayat. Salah satunya, firman Allah SWT dalam surat;

يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

”Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Yunus: 57)

Ramadhan adalah momentum tepat untuk mendidik dan melatih jiwa, agar lebih siap menerima aturan Allah SWT, lahir-bathin. Banyak sarana yang disediakan dan ditawarkan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya untuk menjadi muslim kaffah, muslim yang menerima Islam dengan utuh. Selamat belajar di bulan penuh berkah.

Sumber : Majalah An-najah Edisi 150 Rubrik Tema Utama

Editor : Abu Khalid