Kenikmatan yang Menipu

Kenikmatan yang menipu
Kenikmatan yang menipu

Orang yang berpikir dengan seksama tentang akhir kehidupan dunia, ia akan senantiasa waspada.  Siapa yang yakin  betapa panjangnya jalan yang akan ditempuh. Maka, akan menyiapkan bekal sebaik-baiknya.

Baca juga: Qiyamul Lail, Bekal Seorang Mujahid

Alangkah anehnya manusia yang yakin akan sesuatu, namun justru melupakannya. Betapa anehnya mereka yang mengetahui bahaya sesuatu, namun juga menutup mata!

Allah Ta’ala berfirman, “Engkau takut kepada manusia padahal Allah Ta’ala lebih berhak untuk engkau takuti (QS. Al-Ahzab: 33)

Anda tahu saat itu telah dikalahkan hawa nafsu. Anda tidak sanggup menaklukannya. Alangkah anehnya jika anda merasa gembira dengan ketertiban dan larut dalam kealpaan terhadap hal yang tersembunyi dalam diri. Anda terpedaya kesehatan, namun lupa betapa dekat penyakit diri anda.

Baca juga; Khutbah Jumat, Terapi Penyakit Futur Bagi Aktivis

Telah anda saksikan dengan mata kepala sendiri tempat pembaringan akhir anda. Telah ditampakkan orang-orang yang ada di sekitar Anda ranjang ranjang kematian. Sungguh Anda telah tenggelam dan hanyut dalam kelezatan-kelezatan dunia sehingga merupakan kehancuran diri anda sendiri.

Engkau laksana tiada mendengar kabar mereka yang telah lalu. Tiada pula engkau melihat waktu memperlakukan teman-temanmu. Jika engkau tak sadar bahwa itulah rumah-rumah mereka yang abadi. Kubur-kubur Mereka banyak di terpa angin yang menderu.

Betapa banyaknya para penghuni yang tak pernah memasuki rumahnya sendiri, sebelum mereka dipaksa memasukinya! Betapa banyak pemilik singgasana yang terusir musuh kemudian menguasai istananya!

Wahai manusia, siapa saja yang datang detik-detik kehidupannya terus melaju! Betapa anehnya kelakuan mereka, seperti manusia yang tak tahu dan tak mengerti apa-apa. Bagaimanakah bisa matanya terpejam? Padahal dia tak tahu kemana akan kembali. Wallahu Ta’ala ‘Alam (Ibnu al-Jauzi, Shaidul Khatir, Maghfirah Pustaka: cet. VI, hal. 2)