Keputusan Trump Soal Yerusalem dan Keruntuhan Amerika

Donal Trump Presinden AS
Donal Trump Presinden AS
Donal Trump Presinden AS
Donal Trump Presinden AS

An-Najah.net – Dua pertiga orang di AS, menyesalkan keputusan Donald Trump. Presiden AS ini mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Bahkan Hasil rapat Majelis Umum PBB baru-baru ini secara implisit mengutuk keputusan Trump – merupakan tamparan keras untuk Trump.

Trump berpendapat, bahwa dia telah membuat keputusan resmi yang sah mengenai kebijakan AS sejak 1995, ketika Kongres yang ditekan oleh Lobby Israel, mengeluarkan “Undang-Undang Kedutaan Yerusalem”.

Langkah tersebut secara politis tidak bermasalah di AS; Pada saat itu hampir 50% penduduk AS mengatakan pada petugas poling bahwa mereka percaya bahwa “Tuhan memberikan Palestina kepada orang Yahudi.”

Faktor yang membuat RUU tersebut akhirnya gol di antaranya; pengaruh lobi Zionis, kepercayaan Kristen Evangelis terhadap mitos bibel (Kejadian 12: 3), ketidaktahuan historis dan ketidakpedulian rasial terhadap penderitaan rakyat Palestina yang tertindas dan dianiaya setiap hari, menghasilkan suara (374 lawan 37 di kongres dan 93 lawan 5 di Senat), setuju dengan RUU tersebut.

Artinya: pengakuan atas kedaulatan Israel atas seluruh Yerusalem, adalah sebuah serangan terbuka terhadap hak-hak Palestina, tidak hanya merupakan karya eksentrik Trump. Tetapi inilah bentuk alami budaya imperialis AS. (Sumber; Seraamedia.org)

Kebijakan Trump tanpa disadari berperan secara historis mempercepat proses keruntuhan. Apa yang diumumkan presiden sebagai “pendekatan baru untuk konflik Israel-Palestina” dan “langkah untuk memajukan proses perdamaian dan bekerja menuju kesepakatan yang langgeng” sebenarnya adalah langkah lain menuju keruntuhan hegemoni AS.

Penulis : Miqdad Abdurrahman

Editor : Anwar