Kesalahan Para Masbuq #Part I

Kesalahan para masbuq_Tergesa-gesa mengikuti ruku' atau tasyahud
Masbuq

An-Najah.net – Terlambat dari mendirikan shalat adalah bukti dari kelalaian hati, kecintaan pada sifat malas, jauhnya dari sifat berlomba-lomba dalam kebaikan.

Sesungguhnya Allah Ta’ala mensyariatkan bagi hamba-Nya hal-hal yang mendekatkan mereka kepada-Nya. Diantara syariat tersebut adalah shalat lima waktu, dimana pahalanya bagaikan lima puluh kali shalat.

Allah Ta’ala juga mensyariatkan hal-hal yang menjadi pelengkap seperti shalat-shalat sunnah dan faktor mendekatkan diri lainnya yang bisa menambah kekhusyukan seorang hamba, menambah amal kebaikannya dan menghapuskan dosa-dosanya. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hud: 114)

Diantara amal kebaikan tersebut adalah bersegera menuju shalat di masjid dan tidak terlambat dari shalat jamaah. Amalan ini banyak yang dilalaikan, maka tidak sedikit kita lihat ada yang datang di masjid pada saat iqamat.

Baca juga: Cukuplah Meninggalkan Shalat Disebut Sebagai Orang Jahat

Terlambat dari mendirikan shalat adalah bukti dari kelalaian hati, kecintaan pada sifat malas, jauhnya dari sifat berlomba-lomba dalam kebaikan. Padahal Allah Ta’ala dengan jelas telah memerintahkan agar berlomba-lomba dan bercepat-cepat dalam kebaikan. Ia berfirman,

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” (Q.S Al-Hadid : 21)

Pembaca budiman yang semoga dirahmati Allah Ta’ala

Pada kesempatan kali ini kami mencoba membedah kesalahan-kesalahan para masbuqin pada saat tertinggal shalat. Maksud dari pembahasan kesalahan-kesalahan ini ada dua; Pertama, untuk menjauhinya. Kedua, sebagai nasihat kepada yang terjatuh di dalamnya. Kesalahan ini sebagiannya haram, sebagian lagi makruh dan sebagian yang lain lagi menyelisi keutamaan.

Perbahasan kali ini in sya Allah ber-part, maka jangan sampai tertinggal ataupun terlewatkan dari pembaca. Berikut penjelasannya;

Tergesa-gesa Mengikuti Rukuk atau Tasyahud

Perbuatan seperti ini menyelisihi larangan Nabi Muhammad Saw. Sebagaimana dalam hadits Abu Qatadah beliau berkata, “Ketika kamu sedang shalat bersama Nabi, beliau mendengar suara kaki beberapa orang (yang masuk ke dalam shaf shalat). Setelah selesai shalat Nabi Muhammad Saw bersabda, “Ada apa dengan kalian?” Mereka menjawab, “Kami ingin cepat mendapatkan shalat.” Nabi Muhammad bersabda,

فَلاَ تَفْعَلُوا إِذَا أَتَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا

Jangan lakukan itu. jika kalian mendatangi shalat maka berv jalanlah dengan tenang. Rakaat yang kalianjumpai lakukanlah dan yang tertinggal sempurnakanlah.” (HR. Al-Bukhari : 635)

Hikmah dari larangan tergesa-gesa ketika berjalan mendatangi shalat diantaranya karena perbuatan demikian akan menjadikan nafas tidak tenang, sehingga ketika membaca bacaan shalat tidak akan bisa merakan khusyuk dan tartil.

Demikian pula berjalan cepat akan menghilangkan ketenangan dan penghormatan terhadap ibadah shalat itu sendiri serta bisa mengganggu jamaah shalat lainnya. (Abu Ubaidah Ali Salman, Al-Qaulul Mubin Fii Akhthail Mushollin, cet IV, hal. 185)

Ibnu Qudamah mengatakan dalam bukunya, “Disunnahkan bagi orang yang hendak mendatangi shalat berjamaah agar mendatanginya dengan penuh rasa takut kepada Allah Ta’ala, khusyuk dan tunduk, hendaknya berjalan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, jika pun mendengar iqamat hendaknya tidak tergesa-gesa dalam berjalan.” (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid II, hal. 116) Wallahu Ta’ala ‘Alam.

Penulis  : Umar bin Muhammad bin Mas’ud asy-Syarif

Editor    : Ibnu Alatas

Sumber : Fikih Masbuq