Kesungguhan Rasulullah Saw Dalam Puasa

Puasa
Puasa

An-Najah.net – RasulullahSAW adalah manusia yang paling antusias mencari pahala pada bulan Ramadhan. Misalnya dalam puasa beliau SAW senantiasa menjaga adab-adab berpuasa agar bisa mendekat kepada Allah SWT lebih maksimal.

Diantaranya, beliau selalu melaksanakansahur  ,dan menyegerakan berbuka. Sebab, kata beliau SAW , pada sahur terdapat barokah. Beliau SAW bersabda;

تَسَحَّرُوا، فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

“Bersahurlah, sesungguhnya di dalam sahur itu ada barokah.”(HR. Muslim)

Diantara tuntutan beliau adalah mengakhirkan sahur.Perbuatan beliau ini diikuti oleh para sahabatnya. Ulama tabi’in bernama Maiumun bin Mahran berkata, “Adalah sahabat-sahabat Muhammad SAW orang-orang yang menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.”

Pada waktu berbuka, Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk berdo’a, beliau SAW juga mencontohkannya. Ibnu Umar RA berkata, “Jika berbuka puasa, Rasulullah SAWberdo’a:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Dahaga telah berlalu, kerongkongan telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.”(HR. Abu Dawud).

Beliau juga memperbolehkan bersiwak pada saat puasa, asalkan tidak masuk ke dalam tenggorokan.Sebab siwak sangat dicintai Allah SWT. Beliau berkata, “Aku telah diperintahkan untuk bersiwak, sampai-sampai aku mengira akan ada ayat alQur’an atau wahyu  -lain- yang akan memerintahkan siwak.” (HR. Ahmad)

Sahabat Amir bin AbiRabi’ah berkata, “Saya berkali-kali melihat Rasulullah SAW melakukan siwak, disaat beliau berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

Ini semua dilaksanakan demi meraih ridho Allah SWT.Dan tentunya pahala ibadah-ibadah di atas dilipatgandakan pada bulan Ramadhan. Imam Bukhari RHM berkata, “Hadits Amir di atas, menunjukkan bahwa bersiwak bagi orang-orang yang berpuasa adalah sangat utama.” (Ibnu Khuzaimah, 3/247)

Sedangkan dalam kondisi yang sangat menyengsarakan, Rasulullah SAW memberi tuntunan agar berbuka. Misalnya dalam keadaan safar. Berpuasa disaatsafar boleh, namun jika memberatkan maka berbuka lebih baik. Hal ini juga dilaksanakan demi meraih ridho dan cinta dari Allah SWT.Sebab, Allah sangat mencintai orang yang mau menerima rukhsoh (dispensasi) dariNya.

Rasulullah SAW menyebut musafir yang memaksakan diri berpuasa saat kelelahan, kelaparan dan kehausan menimpanya sebagai pelaku kemaksiatan, (HR. Muslim).

Penulis : Akrom Syahid

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 104 Rubrik Tema Utama

Editor : Anwar