Ketua MWC NU Jember; Habib Ali Pengikut Syiah Itsna Asariyah

Agus Mudhofir,  Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Puger di Jember
Agus Mudhofir, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Puger di Jember

Jember (An-najah.net) – Habib Ali pengikut Syiah Itsna Asariyah. Hal ini disampaikan Agus Mudhofir,  Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Puger di Jember, Jum’at (13/9).

Sumber kiblat.net melaporkan Ketua MWC NU Kecamatan Puger, Ustadz Agus Mudhofir menyatakan bahwa ajaran Habib Ali bin Umar Al-Habsyi berdasarkan Keputusan Fatwa MUI Kabupaten Jember Nomor: 56/MUI-JBR/VI/2012 Tentang Paham  dan Ajaran Habib Ali bin Umar Al-Habsyi Desa Puger Kecamatan Puger Kabupaten Jember sebagai paham/Aliran Syiah yang sesat dan menyesatkan.

“Pihak MUI telah meneliti melalui bukti-bukti yang ada, mengeluarkan fatwa bahwa Ustadz Ali ini memang Syiah Itsna Asariyah,” ujar Mudhofir.

Mengenai paham Syiah, Pihak MUI Jatim telah menelurkan fatwa bahwa Syiah merupakan ajaran sesat yang telah keluar dari Islam. Ditambah lagi Peraturan Gubernur (pergub) Jawa Timur No 55 Tahun 2012 Tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat di Jawa Timur.

“Oleh sebab itu, masyarakat di Puger punya alasan kuat untuk menolak kehadiran Ustadz Ali beserta Pondok Pesantren Darus Sholihin. Sebab bisa meracuni aqidah umat Islam yang berada di Jember,” tutur pria yang pernah aktif di partai politik sayap NU ini.

Selain dari keputusan fatwa MUI Jember, menurut Mudhofir pada tahun 2012 setelah dikeluarkannya fatwa pihak Ustadz Ali sendiri pernah mengakui kesyiahannya di hadapan anggota dewan di kantor DPRD Jember.

“Saat itu, bahkan Ustadz Ali menulis pernyataan bahwa ia bertobat dan akan kembali ke ajaran Ahlu Sunnah,” lanjutnya.

Pernyataan itu dilakukan di depan tokoh masyarakat dan ulama Jember, bahkan ada pernyataan secara tertulis yang ditandatangani sendiri oleh Habib Ali. 

Namun, pada Rabu (11/09) kemarin terjadi peristiwa bentrokan hingga menimbulkan korban dari pihak sunni satu orang meninggal, kejadian bentrok tidak terjadi pada kali ini saja, sebelumnya pada Mei 2012 sempat terjadi bentrokan antara pengikut Syiah dan warga yang mayoritas berakidah Ahlu Sunnah wal Jamaah. (Anwar/annajah).

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.