KEUTAMAAN PARA SYUHADA’

syus

وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَمْوَاتاً بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُواْ بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلاَّ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka , bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Qs. Ali Imron: 169-171)

Sebab Turunya Ayat

Berkenaan sebab turunya ayat ini para ulama’ berbeda pendapat. Menurut Abu Dhuha ayat ini turun berkenaan para syuhada’ pada perang uhud secara khusus. Pendapat ini didukung oleh Riwayat dari Ibnu Abbas, dia berkata RAsulullah bersabda:

“Ketika saudara-saudara kalian ditimpa musibah (meninggal) pada perag Uhud, Allah menjadikan arwah-arwah mereka berada dalam tembolok burung hijau yang minum di sungai-sungai surga dan memakan buah-buahan di dalamnya. Dan mereka berlindung di bawah lampu yang terbuat dari emas dalam naungan Arsy. Ketika mereka mendapatkan keindahan tempat minum, tempat makan serta keelokan tempat tidur mereka, mereka berkata, “ Seandainya saudara-saudara kami mengetahui apa yang telah diperbuat oleh Alllah kepada kami. Sungguh mereka tidak akan meningglkan jihad dan tidak takut berperang. Maka Allah berfirman ‘ aku telah menyampaikan kepada mereka tentang kalian. Maka Allah azza wa jallah menurunkan kepada Rasul-Nya ayat tersebut.

Sebagian ulama’ berpendapat ayat ini turun berkeaan syuhada’ para perang badar, yang jumlanya empat belas syuhada’ terdiri dari delapan golongan Anshar dan enam orang dari Muhajarin. Ada yang mengatakan ayat ini turun tentang syuhada’ pada birru ma’nah. Ada juga yang mengatakan ayat ini turun berkenaan dengan semua syuhada’ secara umum.

Para Syuhada Tidak Mati.

Firman Allah, Orang-orang yang gugur di jalan Allah’’ Muhamad bin Jarir at-thabari berkata, Yaitu orang-orang yang terbunu pada perang Uhud dari sahabat-sahabat Rasulullah (mati). Maksudnya, Allah berfirman, ‘’ Wahai Muhamad jangan engkau kira mereka mati, tidak merasakan sesuatu dan nikmat. Sesunggunya mereka hidup disisi-Ku di beri nikmat dari rezki-Ku. Mereka bahagia dan gembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka yang beruapa kehormatan dan karunia dari-Ku serta balasan pahala yang besar.

Berkenaan dengan ayat ini Abu bakar Jabir al-Jazairi berkata, “ Jangan kamu sangka orang-orang yang syahid dari kalangan kaum mu’minin pada perang uhud dan yang lainya itu mati, tidak merasakan sesuatu, tidak dapat menikmati rizki dan enaknya hidup. Bahkan mereka hidup di sisi Rabb-Nya arwah-arwah mereka di beri rezki, di dalam tembolok burung hijau yang makan buah-buahan surag dan berlindung di bawah lampu yang menggantung di Arsy. Sesunggunya mereka bahagia dengan penghormatan yang diberikan oleh Allah kepada mereka.

Mereka ingin memberikan kabar gembira kepada saudara-saudara mereka dari kalngan mukminin yang berada dibelakang mereka di dunia yang beriman dan berjihad, bahwa seandainya mereka menyusul mereka tidak akan perna takut dan tidak pula bersedih hati. Karena apa yang meraka dapatkan dari kenikmatan di surge dan penghormatan Allah kepada mereka di dalamnya.

Sesunggunya semua syuhada’ di beri kabar gembira yang berupa nikmat dari Allah atas mereka dan ditambah lagi nikmat tersebut. Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala kaum mukminin baik yang syahid mampun yang tidak. Bahkan mereka akan di beri pahala dan akan di tambh lagi pahala tersebut dengan karunia Allah. ayat ini senada dengan surat al-baqarah ayat : 154. Dalam ayat tersebut Allah berfirman:

وَلاَ تَقُولُواْ لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبيلِ اللّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاء وَلَكِن لاَّ تَشْعُرُونَ

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup , tetapi kamu tidak menyadarinya. (Al-Baqarah: (2): 154)

Jadi menurut ayat d atas orang2 yang mati syahid hidup dalam alam yang lain bukan alam kita ini, dimana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui keadaan hidup mereka itu.

Kegembiraan Para Syuhada’

Firman Allah.” Dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka”

Muhamad bin Jarir Ath-Thabari berkata, mereka bergembira terhadap orang-orang yang belum menyusul dari saudara yang di tinggalkan. Saudara-saudara yang masi hidup di dunia yang barada di atas manhaj mereka, yaitu berjihad melawan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya. Karena mereka mengetahui jika saudara-saudaranya syahid, mereka akan menyusulnya, dan akan mendapatkan sebagaimana yang mereka dapatkan yang beruapa kehormatan dari Allah. mereka bahagia jika saudara-saudara juga seperti itu.

Abdurahman bin Nashir bin Sa’di berkata’ mereka salaing memberikan kabar gembira dengan sebagian yang lain, tentang saudara-saudara mereka yang belum menyusul mereka. Karena sesunggunya saudara-saudara mereka juga akan mendapatkan sebagiamana yang mereka dapatkan.
Firman Allah. “ Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula bersedih hati.’’ Imam Ath-Thabari berkata, Maksud dengan itu semua, mereka semua tidak kwatir karena mereka telah aman dari azhab Allah dan yakin akan keridhaan-Nya. Sesunggunya mereka aman dari ketakutan yang mereka takutkan ketika di dunia. Dan kehidupan yang menyusahkan. Karena mereka telah mendaptkan rezki, kedudukan dan derajat yang tinggi.

Asy’ Syakih As Sa’di berkata, Mereka gembira karena kekhawatiran telah hilang dari mereka dan dari saudara-saudara mereka yang berhak mendapakan kebahagiaan yang sempurna.

Pahala Besar Bagi Syuhada’


Imam al-Qurthubi berkata, “ Ayat ini menunnjukan betapa besar pahala berperang di jalan Allah dan syahid di dalamnya. Hingga syahid dapat menghapus dosa. Sebagimana diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Ash, bahwa Nabi bersabda:

القتل في سبيل الله يكفر كل شيء إلا الدين ( رواه مسلم و الترميذي)

“ Mati di jalan Allah menghapus segala sesautu (dosa) selain hutang.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

Abdurahman bin Nashir As Sa’di berkata, Ayat yang mulia ini di dalamnya terdapat keterangan tentang keutamaan dan kehormatan bagi para syuhada’. Dan apa yang di berikan kepada mereka yang berupa karunia dan kabaikan. Dalam ayat terseut terddapat jaminan bagi mereka hiburan yang berupa kehidupan atas kematian mereka. Semangat mereka dalam perang dijalan Allah dan mencari syahid.

Tentang pahala orang-orang mati syahid At-Thirmidzi meriwayatkan dari Al Miqdam, dia berkata bahwa Rasulullah bersabda: Bagi orang yang mati syahid akan mendapatkan enam perkara dari Allah. Demikian juga riwayat dari Ibnu Majah.

Yaitu dia diampuni sejak pertama darah menetes, melihat tempat kembalinya di surge, selamat dari adzab kubur, aman dari goncangan yang dahsyat (hari kiamat), diletakkan di atas kepalanya mahkota dari mutiara yang lebih baik dari pada dunia dan seisinya, dinikakkan dengan 72 bidadari (huru’in) dan dapat memberi syafa’at kepada 70 anggota keluarga.

Demikianlah keutamaan yang dijanjikan oleh Allah kepada para syuhada’. Cukuplah ini sebagai motivasi bagi kita untuk senantiasa menumbukan semangat jihad untuk membela agama Allah dalam jiwa kita. Hingga kita dapat meraih cita-cita tertinggi, yaitu syahid di jalan-Nya amiin.. waullahu a’lam. (An-Najah/ Qowy)