KH Athian Ali ; ANNAS Siap hadang peringatan Asyura Syiah

Gerakan Hadang Peringatan Asyura Syiah
Gerakan Hadang Peringatan Asyura Syiah
Gerakan Hadang Peringatan Asyura Syiah

Bandung (An-najah.net) – Dalam rangka menghadang penyebaran syiah melalui peringatan  hari Asyura. Ketua umum Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), KH Athian Ali menyatakan, pihaknya akan aktif berkonsolidasi dengan aparat dan masyarakat untuk menghadang perayaan hari Asyura Syiah.

“Kami ANNAS di setiap wilayah khususnya daerah Jawa Barat sudah aktif untuk berkonsolidasi baik kepada masyarakat, aparat maupun pemerintah terkait bahaya Asyura Syiah,” tegasnya kepada Jurnalislam melalui sambungan telepon, Rabu (31/8/2016).

Ia menjelaskan, peringatan hari Asyura Syiah kerap dijadikan ajang untuk menyampaikan prinsip-prinsip ajaran sesat mereka. Hal tersebut dinilainya akan memancing konflik di tengah masyarakat. Sebab, ajaran Syiah telah menodai agama Islam.

“Kapolri sendiri beberapa waktu yang lalu sempat mengatakan konflik agama adalah yang paling rawan. Saya mengamininya, karena masalah ini sangat sensitif,” ujarnya.

Agar tidak terkesan reaktif, Kyai Athian berharap aparat dan masyarakat pro-aktif dalam mengawasi pergerakan kelompok tersebut.

“Masyarakat diharapkan pro-aktif untuk bersama mengawasi pergerakan Syiah. Agar tidak ribut sesaat dan paska kejadian ritual Asyura. Potensi konflik dari perayaan Asyura sangat besar, jangan sampai kita baru ribut setelah itu terjadi,” tandasnya.

Namun, Kyai yang juga menjabat Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) itu menyayangkan minimnya langkah-langkah konkrit ormas-ormas Islam besar dalam membendung pergerakan Syiah.

“Kita memang selalu berkordinasi dengan ormas Islam, walau memang belum ada langkah-langkah konkrit dari ormas besar untuk menggarap Syiah,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Pembela Ahlu Sunnah (PAS) Ustadz Roinul Balad mengatakan, menegaskan aparat jangan pernah memberi ruang kepada kelompok Syiah untuk melakukan perayaan Asyura.

“Undang-undangnya sudah jelas, tinggal menunggu niat baik pemerintah apakah itu Walikota, Gubernur dan aparat keamanan,” katanya kepada Jurnalislam, Rabu (31/8/2016).

Tahun lalu, umat Islam di Bandung Raya kembali harus melakukan aksi pembubaran perayaan hari Asyura yang digelar di Stadion Sidolik, Kota Bandung. Dengan dalih terdesak, pemerintah Kota Bandung mengaku terpaksa harus memberi izin bersyarat kepada panitia perayaan Asyura yang dihadiri oleh jemaat Syiah dari berbagai daerah di Indonesia itu.

Jika tahun ini perayaan Asyura kembali terjadi di Jawa Barat, ustadz Roin menegaskan akan kembali melakukan penghadangan dengan mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

“Tapi jika seandainya pemerintah atau aparat yang seharusnya menjadi wasit malah berpihak kepada mereka (Syiah-red), maka kami akang mengambil langkah tegas,” tegasnya. (Anwar/Annajah/jurnalislam)