KH. Ma’ruf Amin ; Tolak Rencana Pemerintah Pengaturan Isi Khotbah Jum’at

Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Ma'ruf Amin
Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin

Jakarta (An.najah.net) – Rencana pemerintahan Jokowi-JK lewat Kementerian Agama untuk mengatur materi khutbah Jum’at menuai kecaman dari berbagai pihak. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) isi khotbah Jumat tidak perlu diatur, namun cukup dilakukan pembatasan dan pengarahan. “Jangan diatur, tapi diberi batasan atau pengarahan. Dihimbau supaya tidak (manyampaikan) khutbah yang menimbulkan konflik,” kata Wakil Ketua Umum MUI Pusat KH Ma’ruf Amin kepada wartawan di Depok, Sabtu (29/11).

Saat ditanya mengapa yang hendak diatur hanya khotbah Jumat, Kyai Ma’ruf menjawab kemungkinan karena khotbah Jumat dilakukan lebih terbuka. “Mungkin supaya tidak menimbulkan konflik,” katanya.

Lalu, bila alasannya terbuka, mengapa khotbah hari Minggu di gereja juga tidak diatur?. “(Khotbah) Minggu juga terbuka, tapi kan saya tidak pernah tahu. Mestinya sama juga (diatur), di Masjid dan tempat beragama lain,” ungkap Kyai Ma’ruf.

Sebelumnya, kabar rencana pengaturan isi khotbah Jumat merebak karena ditulis dalam salah satu pasal dalam UU Perlindungan Agama yang saat ini tengah digodok Kementerian Agama. Dalam rancangan UU tersebut, pengaturan khotbah Jumat ini masuk dalam pasal tentang pengaturan materi dakwah di ruang publik. (Anwar/SI/Annajah)